Unlocker, Software Gratis untuk Mencopot Flashdisk

Anda mungkin seringkali mau mencopot hardware (biasanya external hardisk atau USB Flash Disk), tapi selalu muncul “Cannot stopped right now. Try later!” atau semacam itu.

Artinya, hardware tersebut masih diakses oleh system, entah yg mana.
Anda bisa menggunakan jasa software “Unlocker”, software praktis untuk meng-unlock hardware, folder atau file tertentu.

Caranya sangat gampang.
1. silakan download softwarenya (banyak yg menyediakan, contoh : http://download.cnet.com/Unlocker/3000-2248_4-10493998.html
2. install
3. untuk meng-unlock, tinggal diklik kanan pada obkect yang ingin diunlock, pilih “unlocker”.
4. ada 2 pilihan untuk mengunlock, yaitu “hentikan proses” dan “buka”
* hentikan proses, artinya menyetop software/ service yang bersangkutan
* buka, artinya tidak menyetop software/ service yg mengunci object, melainkan cukup membebaskan objectnya saja.

silakan mencoba

Windows XP Command

Run Commands:

* compmgmt.msc – Computer management
* devmgmt.msc – Device manager
* diskmgmt.msc – Disk management
* dfrg.msc – Disk defrag
* eventvwr.msc – Event viewer
* fsmgmt.msc – Shared folders
* gpedit.msc – Group policies
* lusrmgr.msc – Local users and groups
* perfmon.msc – Performance monitor
* rsop.msc – Resultant set of policies
* secpol.msc – Local security settings
* services.msc – Various Services
* msconfig – System Configuration Utility
* regedit – Registry Editor
* msinfo32 _ System Information
* sysedit _ System Edit
* win.ini _ windows loading information(also system.ini)
* winver _ Shows current version of windows
* mailto: _ Opens default email client
* command _ Opens command prompt

Run Commands to access the control panel:

* appwiz.cpl -Add/Remove Programs control
* timedate.cpl -Date/Time Properties control
* desk.cpl -Display Properties control
* findfast.cpl -FindFast control
* inetcpl.cpl -Internet Properties control
* main.cpl keyboard -Keyboard Properties control
* main.cpl -Mouse Properties control
* mmsys.cpl -Multimedia Properties control
* ncpa.cpl -Network Properties control (*edited*)
* password.cpl -Password Properties control
* mmsys.cpl sounds -Sound Properties control
* sysdm.cpl -System Properties control
Baca lebih lanjut

Nomor Port TCP

Dalam network komputer, nomor port TCP adalah jalur yang memungkinkan suatu program (client) terhubung ke service/ program tertentu dari server dalam lingkungan networknya dan sebaliknya.
Ada lebih dari 60 ribu port yang tersedia, (tepatnya 65536), namun beberapa di antaranya adalah well-known port/ assigned number, atau port yang telah disediakan untuk keperluan khusus (ada pada RFC 1700, silakan googling untuk lebih jelasnya). Contoh paling umum adalah port HTTP, yang memiliki port nomor 80.
Jika Anda ingin menyediakan port sendiri untuk keperluan sendiri (misalnya bikin program tertentu yang memerlukan akses lewat port), disarankan untuk menggunakan nomor mulai dari 4000. Pastikan nomor port tersebut tidak ada yang menggunakannya. Misalnya, Anda menyediakan 2 buah web server, Apache dan IIS. Yang satu dapat port 80 (standar), maka yang satunya bisa dipasang di port 8080 (cuman contoh aja, kebetulan mirip2 dengan port aslinya, dan 8080 masih unassigned). Cara mengaksesnya,
http://(ip / dns server)/ -> untuk yang port 80 (nomor port nggak perlu ditulis, karena sudah default)
http://(ip / dns server):8080/ -> untuk yang port 8080 (nomor port perlu ditulis, untuk menunjukkan lewat port mana protokol http mengakses server web)
Berikut ini beberapa nomor port yang assigned number.
Baca lebih lanjut

ILC (Integrated Land Computerization) Kantor Pertanahan Kab Magelang

Penerapan LOC (Land Office Computerization) Phase II B secara seragam dan serempak pada Kantor Pertanahan se-Indonesia (bener gak, ya?) pada Desember 2008 – Januari 2009 yang lalu menimbulkan semangat baru dalam transparansi  layanan (dan sekaligus keresahan di kalangan pegawai Pertanahan, karena harus mempelajari sistem baru). Meskipun terasa agak dipaksakan, the show must go on. Sim salabim, SAS berubah menjadi LOC II B.

Seperti biasa, perubahan sistem selalu membawa konsekuensi, baik yang diharapkan (semakin cepat, semakin baik.. ups bukan kampanye lho.., semakin terstruktur, semakin njelimet :D, dll), juga konsekuensi yg tidak diharapkan. Biasa, pegawai yg sudah kadung familier dengan sistem yang lama, merasa terbebani harus memfamilierkan diri dengan sistem baru.

Dalam rangka mensukseskan migrasi sistem SAS ke LOC II B, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang, Bp. Edi Sulistyanto memiliki gagasan yang menarik.

“Piye mas, kalau dibuatkan software mandiri yang memantau kinerja karyawan dalam penerapan sistem LOC II B, sekaligus untuk pelaporan dan kendali mutu..?” demikian usul Bp. Edi.

Demikianlah, akhirnya saya dan tim, mulai ngoprek database LOC II B yang lumayan rumit dan mbulet, untuk membuat software yang prinsip (awal)-nya ada 3 fungsi :

1. Pemantauan Kinerja

2. Pelaporan

3. Kendali Mutu

Hari berganti hari,  minggu berganti minggu, pekerjaan yang melelahkan itu mulai membuahkan hasil. ILC, demikian kami memberinya nama. Nama ILC sendiri adalah sedikit joke atas LOC, yang (secara dipaksakan) adalah : Integrated Land Computerization. Komputerisasi Sistem Pertanahan yang Terpadu. Sebagai dasar awalnya adalah 3 fungsi di atas, dan nantinya bakal terpadu dengan sistem yang lain, bukan hanya LOC.

Screenshot ILC

Screenshot ILC

Alhamdulillah, tanggapan dan support dari Pak Edi dan para staf (Pak Murih Adi, dan lain-lain) sungguh luar biasa, sehingga kami juga merasa bangga, software ILC diterapkan secara resmi di Kantor Pertanahan Kab Magelang. ILC versi 1.0. Varian yang hampir sama juga diterapkan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, atas permintaan Bp. Ken Permana. Namanya adalah Sistem Pertanahan Terpadu (SPT) versi 1.0, dengan fungsi dan fitur yang hampir sama.

Tentunya software ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, namun kami bertekad untuk terus menyempurnakannya.