Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Berita agak lama, tapi lumayan masih bisa dinikmati dan menghibur (kalah deh, srimulat ;p).

Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Rabu, 08 April 2009 | 19:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Wajahnya nampang di halaman hasil hacking di situs pemerintah daerah Jakarta, http://www.jakarta.go.id/kpud/, Roy Suryo mengaku bukan yang melakukan hacking. Tapi itu merupakan kelakuan para penggemarnya.

“Itu sudah sering terjadi. Para hacker itu penggemar saya. Saya kan ikon-nya IT, mereka sering memanfaatkan gambar saya untuk itu (hacking),” ujar Roy.

“Mereka itu apa tujuannya melakukan hal seperti itu. Caranya juga sudah tidak canggih lagi. Kelakuannya kekanak-kanakan. Daripada begitu lebih baik melakukan hal yang positif dengan membuat kontribusi kepada pemerintah misal buat program yang menunjang pelaksanaan Pemilu,” ujar Roy, yang mengaku tak pernah marah gambarnya sering dimanfaatkan para hacker disitu-situs yang dibobol.

“Dulu juga pernah (foto saya) muncul di situs milih pemerintah daerah Jawa Timur,” ujar Roy.

Situs http://www.jakarta.go.id/kpud/ milik pemerintah daerah Jakarta telah dihack, dengan dihack dengan merupakan tampilan menjadi blok hitam dengan foto Roy Suryo ditengah halaman.

Namun situs itu bukan situs resmi milik Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta, situs resmi KPUD Jakarta beralamat di http://kpujakarta.go.id

Lucu, kan? Bagaimana komentar Anda?

Temukan Roy Suryo di Google

Iklan

Medan, Horas Bah..

Sudah lama saya nggak pergi ke Medan. Terutama sejak saya memutuskan untuk keluar dari kantor dan memilih jalan hidupku sendiri (??). Dulu memang saya sering sekali tugas luar kota ke Medan dan daerah-daerah lain di Sumatera Utara. Terutama ngerjakan proyek Sistem Info Rumah Sakit (SIRS) dan Sistem Info Administrasi Kependudukan (SIAK).

Dulu saya menbayangkan (saya yakin, banyak penduduk Indonesia yg sama seperti saya), bahwa Medan adalah kotanya orang Batak. Sampai-sampai di seluruh acara kontes di TV, kalau ada peserta dari Medan pasti yel-yelnya nggak jauh dari ‘Horas’. Ternyata kenyataannya sangat berbeda. Medan adalah kotanya suku Melayu. Bahkan sampai sekarang Sultan Medan masih memiliki istana di Maimun, dan walikota Medan selalu diutamakan dari Melayu, sebagai putra asli daerah.

Sehingga ucapan salamnya bukan ‘Horas’, melainkan ‘Apa Kabar? Sehat?’. Penduduk Medan campuran, antara suku Melayu, Batak (Toba, Karo, Pakpak, Dairi, dll), Jawa, Nias, Mandailing, Chinese. Ada juga yang dari Aceh dan Minang. Uniknya lagi, salam khasnya Batak Pakpak dan Dairi bukannya ‘Horas’, melainkan ‘Mejuah-juah’ atau ‘Njuah-juah’. Entah apa bedanya..

Suku Batak berasal dari pesisir barat Sumatera Utara sampai ke tengah. Asalnya dari Pulau Samosir, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kab Samosir. Itulah sebabnya sering disebut Batak Toba. Sedangkan wilayah tengah sampai pesisir timur adalah suku Melayu. Sedangkan bagian selatan, banyak terpengaruh oleh budaya Minang, adalah suku Mandailing atau Tapanuli Selatan.

Buat teman-teman di Medan, Horas! eh salah.. Njuah-juah! eh salah lagi.. Apa Kabar, Bang? Sehat?