Satu Lagi Prestasi Kab Sarmi, Fasilitas Kesehatan Terbaik!

Selain 3 penghargaan yang diterima dari MURI, ada lagi prestasi kabupaten Sarmi yang pantas dibanggakan (dan wajib ditiru Kabupaten/ Kota lain se-Indonesia). Yaitu gelar fasilitas kesehatan terbaik.

Saya heran, kenapa program-program unggulan malah selalu datang dari wilayah minus ya? Beberapa tahun yang lalu, Kabupaten Jembrana menjadi Kabupaten percontohan, meskipun PAD-nya terendah se Bali.

Cek beritanya bro..

SARMI-Program kesehatan di Kabupaten Sarmi merupakan program kesehatan yang terbaik di Papua, bahkan di Indonesia. Pasalnya program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini memiliki keunggulan, yaitu Pemkab Sarmi menggunakan basis Puskesmas untuk pelayanan dasar sampai pelayanan medis spesialis.

Penilaian ini sebagaimana dilontarkan oleh dr. Alban Dien yang merupakan dokter spesialis (dokter ahli) bedah dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura di sela acara pelayanan dokter ahli dan peresmian Puskesmas Betaf Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, Senin (3/8) lalu.

“Di daerah ini, kita melakukan operasi sudah di tiga tempat, tapi semuanya di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dengan fasilitas kamar operasi komplit (lengkap). Di daerah lain tidak ada yang seperti ini,” tuturnya yang juga diiyakan oleh dr. Ita Urbani yang merupakan dokter ahli penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura.

“Saya pikir di Indonesia, satu-satunya Puskesmas yang mempunyai pelayanan spesialistik dan langsung melakukan operasi adalah di Kabupaten Sarmi. Saya sudah keliling ke berbagai daerah dan semuanya yang melakukan pelayanan seperti ini adalah di basis rumah sakit, bukan di Puskesmas. Jadi ini satu-satunya di Indonesia,” tegas dokter yang sudah mengabdi cukup lama di Papua ini.
Menurutnya, program pelayanan kesehatan ini perlu menjadi contoh bagi daerah-daerah yang punya jangkauan yang sulit. “Artinya dokter spesialisnya yang mobile (bergerak) ke Puskesmas-Puskesmas. Kalau di Papua, yang ada selama ini hanya mobile clinic, tapi hanya dokter umum yang melakukan pelayanan, dokter spesialisnya belum,” paparnya..

Untuk diketahui, pelayanan kesehatan sepesialistik yang telah dilakukan di tiga Puskesmas di Kabupaten Sarmi yaitu Puskesmas Sarmi, Puskesmas Bonggo dan Puskesmas Betaf ini antara lain pelayanan dokter spesialis (ahli) bedah, dokter ahli mata, dokter ahli penyakit dalam dan dokter ahli kebidanan.

Sementara Bupati Sarmi Drs. E. Fonataba, MM saat dimintai komentarnya terkait adanya penilaian bahwa program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini merupakan yang terbaik di Indonesia, pihaknya memilih bersikap merendah atas penilaian itu.

“Ini merupakan pergumulan, dimana waktu kita masih gabung dengan Kabupaten Jayapura, dulu ada dokter terbang. Setelah kita menjadi kabupaten definitif dan semua bisa dijangkau dengan jalan darat maka kita lengkapi Puskesmas dengan peralatan operasi (bedah) dan kita datangkan dokter spesialis. Jadi memang kalau menurut pak dokter seperti itu kami bersyukur,” ucap Fonataba yang cukup dekat dengan masyarakat ini.

Bupati menegaskan, program ini adalah untuk melayani masyarakat yang berada di kampung-kampung, baik pelayanan melalui bedah (operasi) maupun pelayanan kesehatan lainnya. “Porgram ini sudah dilaksanakan sejak 2007 dan dilaksanakan di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Sarmi, Bonggo dan Betaf. Memang ini menjadi program unggulan kita dengan mendatangkan dokter spesialis ke kampung-kampung seperti ini,” tandasnya.

Pihaknya berharap tidak hanya tiga Puskesmas, tetapi tahun depan, pelayanan yang sama sudah bisa dilakukan di Puskesmas Tor Atas dan tahun berikutnya lagi Puskesmas Pantai Barat, sehingga nanti akan ada lima Puskesmas yang bisa melaksanakan pelayanan dokter ahli maupun dokter umum.

Di samping pelayanan tiap hari yang dilakukan oleh Puskesmas, ada juga pelayanan oleh Puskesmas Pembantu (Pustu), kemudian setiap bulan ada pelayanan oleh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan ada juga pelayanan terhadap penyakit tertentu seperti TBC, Lepra. “Begitu juga untuk keadaan gawat darurat, bencana alam atau wabah penyakit dan mendatangkan dokter spesialis,” terangnya.

Ketujuh program pelayanan tersebut merupakan program inti untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pohon harapan atau cita-cita ke depan tidak ada orang di kabupaten ini yang tidak bisa diobati. “Ini secara bertahap dijawab melalui program-proram seperti ini,” tandasnya.

Kemudian selain program perawatan tersebut, sesungguhnya yang penting adalah program pencegahan agar tidak sakit. Misalnya tentang makanan yang bergizi dan lingkungan yang sehat. Himbauan tentang hal-hal ini perlu dibuat dalam bentuk stiker atau pamflet dan ditempel di rumah-rumah masyarakat, sehingga masa depan kabupaten ini di sektor kesehatan bisa mencapai harapan hidup yang tinggi,” pungkasnya.

Sumber inpo : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=45350

Iklan

Bupati yang Patut Dicontoh, Eduard Fonataba

DI tengah2 krisis keteladanan, negeri ini  semakin terpuruk dengan bermunculannya para pemimpin yang sama sekali tidak patut menjadi teladan. Namun bagaikan satu di antara semilyar, ternyata ada Bupati yang patut menjadi contoh buat pemimpin2 lain. Namanya Eduard Fonataba, Bupati Kabupaten Sarmi, Papua.

Bupati ini memperoleh 3 penghargaan MURI sekaligus, yaitu
1. Fonataba dianggap membangun rumah paling banyak untuk rakyat.
2. Fonataba membeli truk paling banyak untuk rakyat.
3. Fonataba melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke luar daerah.

Berikut artikel yang saya peroleh. Silakan disimak bro 🙂

Eduard Fonataba, Bupati di Papua yang Dapat Tiga Penghargaan Muri
Selasa, 31 Agustus 2010 , 08:08:00
Awalnya Trenyuh Melihat Rakyat Berjalan Kaki 7 Kilometer

Tiga penghargaan sekaligus dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) diperoleh Bupati Sarmi, Papua, Eduard Fonataba. Pertimbangan pertama Muri, Fonataba dianggap membangun rumah paling banyak untuk rakyat. Kedua, dia membeli truk paling banyak untuk rakyat. Ketiga, dia melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke luar daerah.

KETIKA diberi ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Sabtu lalu (28/8), Fonataba berekspresi biasa-biasa saja. Dia tak menganggap istimewa penghargaan tersebut. “Sebab, yang saya lakukan adalah kewajiban seorang pemimpin daerah,” kata pria kelahiran 6 Oktober 1951 tersebut.

“Untuk menjalankan amanat rakyat itu, waktunya terbatas. Saya sadar, tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin. Karena itu, waktu yang ada saya gunakan untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat,” tuturnya.

Fonataba mulai memimpin Kabupaten Sarmi pada 2005. Nama Sarmi diambil dari huruf depan suku-suku di sana, yakni Sobe, Airmati, Rumbuway, Manirem, dan Isirawa. Sarmi adalah kabupaten baru di Papua, hasil pemekaran Kabupaten Jayapura pada 2003. Mulai 2003?2005, Fonataba menjadi penjabat bupati. Baru pada 2005, dia secara resmi menjadi bupati.

Jadi, bapak empat anak tersebut adalah bupati pertama di kabupaten tersebut. Awal-awal menjadi kabupaten baru, kondisi Sarmi masih sangat memprihatinkan. Dari Kota Jayapura menuju Sarmi, saat itu belum ada jalan darat. Jadi, kalau hendak pergi ke Sarmi, seseorang harus menggunakan pesawat udara atau kapal laut.

Namun, kini Sarmi sudah berkembang. Perjalanan dari Kota Jayapura menuju Sarmi sudah bisa ditempuh lewat jalur darat. Waktu tempuhnya 6-7 jam. Fonataba menceritakan pengalamannya ketika dipercaya sebagai penjabat bupati Sarmi pada 2003. Kala itu, 330 di antara 365 hari dalam satu tahun selalu dia habiskan di tempat tugas.
Baca lebih lanjut