Wanita Cantik hanya untuk Pria Kaya?

Saya membaca artikel ini di sebuah Forum Diskusi. Lumayan menarik dan menggelitik minat untuk baca. Isinya juga lumayan mencerahkan. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=2131

Seorang gadis muda dan cantik mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul: “Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. Tahun ini saya berumur 25 tahun.
Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York .

Persyaratan saya tidak tinggi. Apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun?
Apa kalian semua sudah menikah? Yang saya ingin tanyakan:
Apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda?

Yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup.

Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan :
– Dimana para lajang2 kaya hang out?
– Kisaran umur berapa yang harus saya cari?
– Kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?
– Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?
– Bagaimana anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

ttd,
Si Cantik

++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++
Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street :
Baca lebih lanjut

Iklan

Belajarlah Untuk Berkata “Cukup”

Alkisah seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang ak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semua penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, tempayannya, bahkan rumahnya. Masih kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Ada lagi kisah yang mirip dengan yg di atas,  yaitu Legenda dari Bali, Begawan Sidimantra dan anaknya, Manik Angkeran, dan Naga ajaib yang memiliki sisik emas, Naga Besukih.

Manusia tidak akan pernah terpenuhi rasa puasnya. Kebutuhan manusia terbatas, namun keinginan manusia tidak ada batasnya. Jangan biarkan diri kita tersiksa, karena kepuasan yang tidak terpenuhi. Lihatlah karunia Allah yang sudah kita terima. Syukuri apa yg ada, hidup adalah anugrah… (walah malah jadi nyanyi :D).

Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan mensyukuri apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

La In Syakartum La Aziidannakum Wa Lain Kafartum Inna ‘Adzaabi La Syadiid.
Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu, maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih.

Fain Tauddu Ni’matallahi La Tukhsuuha.
Apabila Kamu Menghitung Nikmat Allah maka kamu tidak akan bisa menghitungnya.