Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi

Pengobatan IslamIlmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akan mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh.

Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat The Revival of the Religious Science, alGhazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.

Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.

Baca lebih lanjut

Iklan

Satu Lagi Prestasi Kab Sarmi, Fasilitas Kesehatan Terbaik!

Selain 3 penghargaan yang diterima dari MURI, ada lagi prestasi kabupaten Sarmi yang pantas dibanggakan (dan wajib ditiru Kabupaten/ Kota lain se-Indonesia). Yaitu gelar fasilitas kesehatan terbaik.

Saya heran, kenapa program-program unggulan malah selalu datang dari wilayah minus ya? Beberapa tahun yang lalu, Kabupaten Jembrana menjadi Kabupaten percontohan, meskipun PAD-nya terendah se Bali.

Cek beritanya bro..

SARMI-Program kesehatan di Kabupaten Sarmi merupakan program kesehatan yang terbaik di Papua, bahkan di Indonesia. Pasalnya program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini memiliki keunggulan, yaitu Pemkab Sarmi menggunakan basis Puskesmas untuk pelayanan dasar sampai pelayanan medis spesialis.

Penilaian ini sebagaimana dilontarkan oleh dr. Alban Dien yang merupakan dokter spesialis (dokter ahli) bedah dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura di sela acara pelayanan dokter ahli dan peresmian Puskesmas Betaf Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, Senin (3/8) lalu.

“Di daerah ini, kita melakukan operasi sudah di tiga tempat, tapi semuanya di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dengan fasilitas kamar operasi komplit (lengkap). Di daerah lain tidak ada yang seperti ini,” tuturnya yang juga diiyakan oleh dr. Ita Urbani yang merupakan dokter ahli penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura.

“Saya pikir di Indonesia, satu-satunya Puskesmas yang mempunyai pelayanan spesialistik dan langsung melakukan operasi adalah di Kabupaten Sarmi. Saya sudah keliling ke berbagai daerah dan semuanya yang melakukan pelayanan seperti ini adalah di basis rumah sakit, bukan di Puskesmas. Jadi ini satu-satunya di Indonesia,” tegas dokter yang sudah mengabdi cukup lama di Papua ini.
Menurutnya, program pelayanan kesehatan ini perlu menjadi contoh bagi daerah-daerah yang punya jangkauan yang sulit. “Artinya dokter spesialisnya yang mobile (bergerak) ke Puskesmas-Puskesmas. Kalau di Papua, yang ada selama ini hanya mobile clinic, tapi hanya dokter umum yang melakukan pelayanan, dokter spesialisnya belum,” paparnya..

Untuk diketahui, pelayanan kesehatan sepesialistik yang telah dilakukan di tiga Puskesmas di Kabupaten Sarmi yaitu Puskesmas Sarmi, Puskesmas Bonggo dan Puskesmas Betaf ini antara lain pelayanan dokter spesialis (ahli) bedah, dokter ahli mata, dokter ahli penyakit dalam dan dokter ahli kebidanan.

Sementara Bupati Sarmi Drs. E. Fonataba, MM saat dimintai komentarnya terkait adanya penilaian bahwa program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini merupakan yang terbaik di Indonesia, pihaknya memilih bersikap merendah atas penilaian itu.

“Ini merupakan pergumulan, dimana waktu kita masih gabung dengan Kabupaten Jayapura, dulu ada dokter terbang. Setelah kita menjadi kabupaten definitif dan semua bisa dijangkau dengan jalan darat maka kita lengkapi Puskesmas dengan peralatan operasi (bedah) dan kita datangkan dokter spesialis. Jadi memang kalau menurut pak dokter seperti itu kami bersyukur,” ucap Fonataba yang cukup dekat dengan masyarakat ini.

Bupati menegaskan, program ini adalah untuk melayani masyarakat yang berada di kampung-kampung, baik pelayanan melalui bedah (operasi) maupun pelayanan kesehatan lainnya. “Porgram ini sudah dilaksanakan sejak 2007 dan dilaksanakan di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Sarmi, Bonggo dan Betaf. Memang ini menjadi program unggulan kita dengan mendatangkan dokter spesialis ke kampung-kampung seperti ini,” tandasnya.

Pihaknya berharap tidak hanya tiga Puskesmas, tetapi tahun depan, pelayanan yang sama sudah bisa dilakukan di Puskesmas Tor Atas dan tahun berikutnya lagi Puskesmas Pantai Barat, sehingga nanti akan ada lima Puskesmas yang bisa melaksanakan pelayanan dokter ahli maupun dokter umum.

Di samping pelayanan tiap hari yang dilakukan oleh Puskesmas, ada juga pelayanan oleh Puskesmas Pembantu (Pustu), kemudian setiap bulan ada pelayanan oleh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan ada juga pelayanan terhadap penyakit tertentu seperti TBC, Lepra. “Begitu juga untuk keadaan gawat darurat, bencana alam atau wabah penyakit dan mendatangkan dokter spesialis,” terangnya.

Ketujuh program pelayanan tersebut merupakan program inti untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pohon harapan atau cita-cita ke depan tidak ada orang di kabupaten ini yang tidak bisa diobati. “Ini secara bertahap dijawab melalui program-proram seperti ini,” tandasnya.

Kemudian selain program perawatan tersebut, sesungguhnya yang penting adalah program pencegahan agar tidak sakit. Misalnya tentang makanan yang bergizi dan lingkungan yang sehat. Himbauan tentang hal-hal ini perlu dibuat dalam bentuk stiker atau pamflet dan ditempel di rumah-rumah masyarakat, sehingga masa depan kabupaten ini di sektor kesehatan bisa mencapai harapan hidup yang tinggi,” pungkasnya.

Sumber inpo : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=45350