Pro Kontra Infotainment

Dunia pertelevisian lagi heboh. Video bodoh kayak binatang “mirip” artis berulangkali ditayangkan di acara2 infotainment, tanpa menghiraukan bahwa acara2 itu juga turut ditonton oleh anak-anak. Bahkan, ada yg sudah ditegur oleh KPI, yaitu Headline Newsnya MetroTV (yg ini bahkan bukan infotainment, tapi jauh lebih bodoh daripada tayangan infotainment, damn!) yang tanpa sensor menayangkan video porno itu.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara Program Siaran Headline News Metro TV pukul 05.00 WIB. Penghentian ini berlaku selama sepekan.

KPI Pusat menyerahkan surat teguran pada Metro TV di kantor KPI pada Kamis 1 Juli 2010. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Makroen Sanjaya.

Menurut KPI Pusat, sanksi diberikan karena pada acara ini, yaitu pada berita soal razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur pada 14 Juni pukul 05.00 WIB, menyiarkan adegan video porno.

KPI juga mewajibkan Metro TV meminta maaf secara terbuka kepada publik selama tiga hari berturut-turut dengan ketentuan waktu pagi hari pukul 07.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan malam hari pukul 19.00 WIB.

Selain itu, Metro TV diminta berjanji tidak akan melakukan pelanggaran berat seperti diatur dalam Standar Program Siaran (SPS) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2009.

http://www.surya.co.id/2010/07/02/kpi-stop-headline-news-metro-tv-pagi.html

Lepas dari masalah itu, infotainment memang masih menyisakan masalah. Sebagian wartawan menganggap bahwa pekerja infotainment bukan bagian dari wartawan, sehingga hasil karyanya tidak bisa disebut sebagai berita. Alasannya :
1. berita infotainment bersifat privat, sehingga tidak pas jika dikonsumsi masyarakat umum.
2. keseimbangan berita yang mestinya cross check semua pihak terkait, seringkali tidak dilakukan pekerja infotainment. bahkan seringkali pekerja infotainment mengambil sumber dari pihak ketiga + ditambahi bumbu2 yg memanaskan situasi.
3. tidak ada nilai tambah yang bisa diperoleh masyarakat dari tayangan infotainment.

Bagaimana pendapat Anda? Infotainment adalah berita atau sampah?

NB. Pendapat ane sendiri, infotainment = ghibah, karena hanya mengorek2 aib orang, so, posisinya HARAM dlm Agama Islam.

Iklan

Ghibah dan Zaskia Mecca

Akhir-akhir ini berkembang ghibah yang menimpa Zaskia Mecca, perihal sesuatu yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik, karena melakukan sesuatu yang sebenarnya menurut saya bukan tindakan yg diharamkan, meskipun dalam adat kesopanan hal itu dirasa kurang sopan dilakukan perempuan. Terus terang, saya prihatin dengan kondisi ini, meskipun saya nggak terlalu tahu tentang mbak Zaskia (tapi, kayaknya banyak yg mengidolakannya, terutama sejak film AAC).

Harapan saya, tolong foto-foto yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik, dihapus. Toh tidak ada gunanya. Lebih baik bandwidth dan space yg ada dimanfaatkan untuk hal-hal lain yg lebih bermanfaat. Yg saya tahu, ghibah adalah perbuatan yg SANGAT berdosa dan busuk, bagaikan makan bangkai saudara sendiri. Hiii…

Saya teringat kisah Sahabat Nabi (saya lupa namanya.. maaf), yang dikatakan Rasulullah sebagai calon penghuni Surga. Salah seorang Sahabat penasaran dengan statement ini. Ia lalu minta ijin untuk menginap di rumah Sahabat tersebut.

Tiga hari berlalu, dan dia mendapati bahwa Si Sahabat calon penghuni Surga itu tidak terlalu istimewa ibadahnya. Sholat malamnya juga jarang. Dzikir dan kegiatan ibadah lainnya juga biasa2 aja. Penasaran, ia lalu bertanya kepadanya, apa gerangan keistimewaannya sehingga dikabarkan Nabi bakal menghuni Surga.

Dia menjawab, bahwa ia paling ogah menyakiti saudaranya sesama muslim, baik dengan perbuatan, ucapan (kalo jaman sekarang + tulisan), maupun mendoakan yg buruk bagi saudaranya. Demikian, ternyata kebajikan sosial mendapat perhatian yang sangat penting dalam ajaran Islam.

Semoga bermanfaat. Stop ghibah. Stop infotainment.