Unik itu Menarik

12 Foto “Unik itu Menarik”.


Baca lebih lanjut

Iklan

Kelinci vs Kura-kura (Twist Japanese Version)

Kelinci vs Kura-kuraBarusan nyari-nyari cerita pendek dlm bahasa Jepang, kebetulan ketemu blog yang satu ini. Ada satu cerita yang lumayan membuat saya teringat pada posting saya sebelumnya, tentang lomba Kelinci vs Kura-kura.

Silakan meluncur ke TKP, di http://gokurakudo.main.jp/text/veryshort/syoubu.html.

Bagi yg belum meluncur, jangan khawatir. Berikut ini saya copas-kan isinya di sini. Cerpen ini karya mas Gokurakuten (nama pena). Mas Gokurakuten ini emang paling jago bikin twist ending yang mendebarkan dan menggairahkan. Silakan kunjungi juga cerita-cerita lain, pokoke seru-seru n bikin gemes. Ada juga sih, cerpennya yang perlu dibaca 2-3 kali baru paham. Jangan lupa baca yang 交わす言葉, yg satu ini asli bikin saya ngakak terguling2. Endingnya itu lho.. mantaps..

Buat Anda-anda yang belajar bahasa Jepang, kayaknya situs http://gokurakudo.main.jp ini lumayan cocok. Bisa nambah2 perbendaharaan kata dan tata bahasa. Jangan lupa uborampe menyan kamus-nya pak Goro Taniguchi (nggak promosi lho), siapa tahu nemu kanji atau istilah2 baru.

Tidak perlu berpanjang-panjang kata lagi. Silakan baca.

Baca lebih lanjut

Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Berita agak lama, tapi lumayan masih bisa dinikmati dan menghibur (kalah deh, srimulat ;p).

Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Rabu, 08 April 2009 | 19:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Wajahnya nampang di halaman hasil hacking di situs pemerintah daerah Jakarta, http://www.jakarta.go.id/kpud/, Roy Suryo mengaku bukan yang melakukan hacking. Tapi itu merupakan kelakuan para penggemarnya.

“Itu sudah sering terjadi. Para hacker itu penggemar saya. Saya kan ikon-nya IT, mereka sering memanfaatkan gambar saya untuk itu (hacking),” ujar Roy.

“Mereka itu apa tujuannya melakukan hal seperti itu. Caranya juga sudah tidak canggih lagi. Kelakuannya kekanak-kanakan. Daripada begitu lebih baik melakukan hal yang positif dengan membuat kontribusi kepada pemerintah misal buat program yang menunjang pelaksanaan Pemilu,” ujar Roy, yang mengaku tak pernah marah gambarnya sering dimanfaatkan para hacker disitu-situs yang dibobol.

“Dulu juga pernah (foto saya) muncul di situs milih pemerintah daerah Jawa Timur,” ujar Roy.

Situs http://www.jakarta.go.id/kpud/ milik pemerintah daerah Jakarta telah dihack, dengan dihack dengan merupakan tampilan menjadi blok hitam dengan foto Roy Suryo ditengah halaman.

Namun situs itu bukan situs resmi milik Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta, situs resmi KPUD Jakarta beralamat di http://kpujakarta.go.id

Lucu, kan? Bagaimana komentar Anda?

Temukan Roy Suryo di Google

Dhuwite Dijaluk Kabeh

Iki pengalamanku (pengalamane anakku) sing dak kirim menyang Majalah Panjebar Semangat, lan kasil dimuat ing edhisi 49 Tahun 2003 kepungkur.

Aku duwe anak lanang aran Didin. Umure lagi 4 taun kurang. Nalika Didin dikongkon ibune tuku lenga tanah seliter, dheweke digawani dhuwit pas, Rp 1.100,-. Dheweke langsung budhal nginclig menyang warung sebelah.

Mulihe, dheweke crita menyang ibune, “Ma, mau dhuwitku dijaluk kabeh, Iho, karo bakule …” ngono clathune. Ibune mung ngguyu wae. Lha iya, wong dhuwite pas kok ya mesthine dijaluk kabeh.

Sesuke, tanggaku sing duwe warung crita marang bojoku (ibune Didin). Cekake, wingi Didin tuku minyak seliter. Dhuwite sing 100 diwenehke, dene sing sewu panggah dicekel kenceng. Merga kurang, sing sewu dijaluk karo bakule. E .. Didin clathu ngene marang bakule, “Buk, dhuwite kuwi engko arep dienggo Mama tuku tahu nyang pasar. Aja dijaluk kabeh …” Dijawab bakule, “Mengko Mamamu yen nyang pasar ben njaluk Bapak dhuwit meneh ya?” ngono karo ngerih-erih anakku.

Bojoku dicritani ngono langsung ngguyu kemekelen Ian njaluk ngapura marang tanggaku. Layak kok wingi Didin crita yen dhuwite dijaluk kabeh, ngono batine bojoku. Aku mulih kerja dicritani bojoku, langsung sak omah dadi gergeran. Dhasar nalare bocah cilik. (Mufti Aziz Ahmad-Sleman)

Terjemahan Bebas : Saya punya anak laki-laki, usia 4 tahun kurang (saat itu), namanya Didin. Suatu hari, Didin disuruh ibunya untuk beli minyak tanah di warung sebelah rumah 1 liter. Ia diberi uang pas, Rp 1.100 (saat itu masih murah, ya?). Langsung saja Didin berangkat ke warung.

Beberapa saat kemudian, Didin pulang ke rumah. Dia bilang ke ibunya, “Ma, tadi uangku semua diambil sama penjualnya lho…”, begitu katanya. Ibunya hanya tersenyum saja. Tentu saja semua diminta, memang uangnya pas kok.

Keesokan harinya, tetangga saya yg punya warung sebelah cerita pada istri saya. Ceritanya, kemarin Didin beli minyak 1 liter. Uangnya yg 100 diberikan, sementara yg 1000 tetap dipegang erat. Karena uangnya kurang, yg 1000 diminta oleh penjualnya. E.. Didin ngomong begini sama penjualnya, “Bu, uang ini nanti mau dipakai Mama beli tahu di pasar. Jangan diminta semua …” Penjualnya menjawab, “Nanti kalau Mamamu pergi ke pasar, biar minta lagi sama Bapak. Ya?” katanya sambil membujuk anak saya.

Mendengar cerita itu, istri saya langsung tertawa dan minta maaf kepada tetangga sebelah tersebut. Pantas, kemarin Didin bilang kalau uangnya semua diminta, pikir istri saya. Sepulang kerja, saya diberitahu oleh istri saya kejadian tersebut. Langsung kami tertawa atas kelucuan itu. Namanya juga anak kecil. Ada-ada saja.. Hehehe..