Surat Terbuka Forum Umat Islam (FUI) ke-II Kepada Komisi III DPR-RI “MENOLAK REKAYASA TERORISME”

Inilah Surat Terbuka Forum Umat Islam kepada DPR-RI ‘Menolak Rekayasa Terorisme’

Bismillahirrahmanirrahiim

Surat Terbuka Forum Umat Islam (FUI) ke-II Kepada Komisi III DPR-RI
“MENOLAK REKAYASA TERORISME”

Kepada Yth.
Sdr. Ketua Komisi III DPR-RI
dan Anggota Komisi III DPR-RI
Di Senayan Jakarta

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Melanjutkan surat terbuka FUI yang pertama kepada Ketua dan Anggota Komisi III DPR RI tertanggal 4 Rajab 1431 H/17 Juni 2010 tentang penolakan FUI atas rekayasa terorisme, khususnya berkenaan dengan adanya rekayasa sistematis untuk menangkapi dan membunuhi para aktivis Islam atas nama pemberantasan terorisme sebagaimana dulu rekayasa dengan operasi penumpasan terhadap apa yang dinamakan dengan Komando Jihad dan setelah ditangkapnya KH. Abu Bakar Ba’asyir secara tidak hormat dan keterlaluan pada hari Senin pagi 28 Sya’ban 1431 H/9 Agustus 2010 sepulang pengajian di lapangan Mapolres Banjar Patroman Jawa Barat oleh Tim Densus 88, maka Forum Umat Islam (FUI) menyatakan :

1. Menolak segala bentuk upaya TERORISASI Islam dan Tokoh Islam beserta umatnya.

2. Mengecam penangkapan KH. Abu Bakar Ba’asyir oleh Densus 88 Mabes Polri saat sedang SAFARI DA’WAH di Jawa Barat.

3. Menduga kuat bahwa penangkapan KH. Abu Bakar Ba’asyir merupakan:

a. POLITIK REKAYASA TERORISME karena berbagai rekayasa kasus oleh Polri telah terungkap, seperti Kasus Aan yang dinarkobakan, Kasus Pemulung yang dilinting-ganjakan, kasus Gayus, kasus Bibit-Chandra dan lain-lain.

b. POLITIK PENGALIHAN ISU dari kasus-kasus besar seperti Century, Kenaikan TDL, Pencabutan Subsidi BBM, Rekening Gendut Perwira Polri, Keterlibatan Polri dalam rekayasa berbagai kasus, teror bom elpiji oleh pemerintah kepada masyarakat, dan lain-lain, untuk menutupi ketidakmampuan pemerintahan pimpinan presiden lebay.

c. POLITIK PEMBERANGUSAN gerakan Islam untuk menakut-nakuti para Aktivis Islam yang memperjuangkan penerapan Syariat Islam. Politik pemberangusan ini adalah pesanan asing (kafir harby fi’lan).

4. FUI telah mendapatkan laporan bahwa ada REKAYASA TERORISME yang dimainkan oleh seorang Desertir Brimob yang bernama SUFYAN TSAURI yang telah merekrut dan melatih para tersangka “ PELAKU PELATIHAN MILITER ACEH “ di Mako Brimob Kelapa Dua-Cimanggis-Depok-Jawa Barat sejak tahun 2009. Dan juga bahwa pelatihan di mako Brimob maupun pelatihan militer di Aceh adalah inisiatif Sofyan Tsauri dan dibantu oleh polisi aktif bernama Tatang dan Abdi Tunggal. Keterlibatan Sofyan Tsauri dan dua polisi aktif tersebut sudah diakui oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang kepada media massa, Hal ini jelas menunjukkan bahwa kasus pelatihan militer Aceh tidak ada kaitannya dengan KH. Abu Bakar Ba’asyir.

5. Menuntut pembebasan KH. Abu Bakar Ba’asyir tanpa syarat.

6. Menyerukan kepada Ummat Islam untuk merapatkan Barisan dan memperkokoh Ukhuwwah Islamiyyah, serta melawan segala KEZALIMAN, sekaligus melakukan Pembelaan Hukum terhadap KH. Abu Bakar Ba’asyir sesuai dengan aturan syariat Islam dan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, Kepada Saudara Ketua beserta Anggota Komisi III DPR-RI kami Forum Umat Islam (FUI) mengimbau dan menyerukan :

1. Agar Saudara Pimpinan & Anggota Komisi III DPR-RI mengambil inisiatif untuk menolak dan menghentikan setiap upaya rekayasa terorisme yang mengorbankan anak bangsa sendiri, terlebih seorang ulama seperti KH. Abu Bakar Ba’asyir. Sebab pembunuhan atas jiwa seorang muslim sangat besar dosanya di sisi Allah SWT. Sebagaimana disebut dalam suatu hadits Nabi Muhammad Saw bersabda: “Sungguh hancurnya dunia dan seluruh isinya adalah lebih remeh bagi Allah SWT daripada dibunuhnya jiwa seorang muslim”. Dan sebagai wakil rakyat Saudara bertanggung jawab untuk mengontrol pemerintah agar melaksanakan kewajiban mereka melindungi seluruh rakyat Indonesia, termasuk umat Islam, terlebih para ulamanya.
Baca lebih lanjut

Iklan

Tolak Rencana Pembangunan Gedung DPR !

Di tengah deraan bencana alam, himpitan ekonomi, kenaikan harga2, ledakan bom yang dikirim ke rumah2 warga berupa tabung gas, kerusuhan massa, di tengah bulan suci di mana kesabaran umat sedang diuji Allah dengan kewajiban puasa, and di tengah provokasi (heran juga, makin banyak aja provokatornya?) saling serang – saling ejek – saling hujat dengan negara tetangga – serumpun – dan seiman, lagi-lagi kesabaran rakyat yg kian tipis ini dicabik-cabik dengan rencana dari para pemimpin negeri sendiri.

DPR Akan Bangun Gedung 36 Lantai
31/08/2010 01:45
Liputan6.com, Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat berencana membangun gedung baru senilai Rp 1,2 triliun. Ini terbukti ketika Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Sekretariat Jenderal DPR melakukan sosialisasi pembangunan gedung baru, tepat di saat Dewan merayakan ulang tahun, Senin (30/8).

Menurut Wakil Ketua BURT DPR Pius Lustrilanang, gedung baru DPR direncanakan rampung dalam waktu dua tahun. Itu pun dengan catatan peletakan batu pertama tetap dilakukan pada akhir Oktober mendatang.

Saat ini, kata Pius, anggaran yang sudah turun sebesar Rp 400 miliar dari Rp 1,2 triliun. Nantinya, gedung baru terdiri dari 36 lantai dan berbentuk gerbang. Ruang kerja satu anggota DPR seluas 120 meter persegi–setara dengan kebutuhan ruang kerja pejabat negara eselon satu.(ULF)
Sumber : http://berita.liputan6.com/politik/201008/293915/DPR.Akan.Bangun.Gedung.36.Lantai

Gimana sodara-sodara? Edan ga tuh? Punya perasaan sama rakyat (yang masih hidup serba kekurangan) ga tuh? Amanah ga tuh? Mata hatinya tertutup ga tuh?
Saya cuman merasa kasihan sama para anggota DPR ini. Bagaimana mereka bakal mempertanggungjawabkan kepemimpinan dan amanah yang mereka emban ke hadapan Allah nantinya?
Bagaimana masyarakat yang telah memilih mereka? Sakit hati ga ya? Menyesal ga ya?

Cek fasilitasnya. Wuih, ada kolam renang, ada spa, ckckck… Bahkan sebagian kalangan DPR ikut2an kaget dengan rencana kemaruk ini.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sama seperti Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR RI lainnya Pramono Anung mengaku kaget mendengar kabar pembangunan gedung baru akan dilengkapi fasilitas rekreasi hingga spa. Pramono meminta rencana tersebut dikaji ulang.

“Di kalangan pimpinan kita kaget yang katanya ada spa, kolam renang dan lain-lain,” kata Pramono di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (31/8). Pramono mengakui DPR membutuhkan gedung baru dan merenovasi Gedung Nusantara I DPR. Tapi bila ada fasilitas rekreasi maka hal itu perlu ditinjau kembali. “Apa fungsinya kolam renang,” tanya dia.

Kabarnya, gedung baru sebanyak 36 lantai tersebut malah akan dilengkapi dengan ruang rekreasi. Pembangunan gedung baru dan renovasi Gedung Nusantara I DPR ditargetkan dimulai pada Oktober nanti.

Ada gosip yang mengatakan bahwa gedung DPR sudah miring. Tapi lebih tepat kalo dikatakan bahwa penghuni gedung itulah yg sudah miring otaknya.
Coba kita hitung, gan, biaya yang dibutuhkan per ruangan anggota DPR.

Harga Satu Ruangan Anggota DPR Rp 2,8 M
Rabu, 1 September 2010 | 10:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Yuna Farhan menilai, anggaran pembangunan gedung baru DPR terlalu besar. Jika dihitung rata-rata, harga satu ruangan anggota DPR itu Rp 2,8 miliar. Nilai itu sangat mahal, bahkan untuk perkantoran di Jakarta.

”Bukan memikirkan kepentingan rakyat, DPR malah mikirin diri sendiri. Rasanya tidak rela jika segelintir orang yang menjadi wakil rakyat bermewah-mewahan saat rakyat masih miskin,” ujar Suwoko HS, pensiunan TNI berpangkat sersan kepala, saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Bagi rakyat miskin di Jakarta, Gedung DPR saat ini sudah mewah sehingga niat untuk membangun gedung baru yang lebih mewah tak masuk akal mereka. Bayangkan, untuk membangun gedung berlantai 36 itu, pemerintah harus menyisihkan anggaran Rp 1,6 triliun.

Anggaran sebesar itu sebenarnya cukup untuk membiayai bantuan iuran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi lebih dari 22 juta warga miskin selama satu tahun. Tahun ini pemerintah mengalokasikan dana bantuan iuran jamkesmas sebesar Rp 6.000 per bulan atau Rp 72.000 per tahun untuk satu warga miskin.

Ruangan seluas 120 meter persegi untuk satu anggota DPR itu juga masih lebih besar daripada luas lima rumah sederhana sehat bersubsidi, yang masing-masing hanya 21 meter persegi.

Luar Biasa….

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/10230621/Harga.Satu.Ruangan.Anggota.DPR.Rp.2.8.M.-4

Tuh, kan? Luar biasa, kan? Luar biasa gila !
Astaghfirullahal-adzim.

Silakan share pendapatnya, gan.