Demam Nyontreng di BPN Magelang

Pileg sudah usai. Pilpres sudah berlalu. Siapa saja yg bakal mewakili suara anda, sudah anda tentukan. Amanah atau tidak, jujur atau tidak, mampu mewakili aspirasi anda atau tidak, semua sudah berlalu. Kalau mau mengubah keputusan anda, tunggu 5 tahun lagi. 5 tahun lagi, mereka membutuhkan suara anda. 5 tahun lagi, anda menggenggam kedaulatan di negeri ini. 5 tahun lagi, saat anda bakal dininabobokkan oleh janji.

wow.. serius amat, nih.. hehehe.. :p nggak papa. itung2 muhasabah 5 tahunan.

Bay de wey, akhir-akhir ini di lingkungan kantor pertanahan BPN Kab magelang juga lagi digalakken demam nyontreng. Tentu saja, ini masih ada kaitannya dengan implementasi ILC (Integrated Land Computerization)  sebagai software kontrol atas LOC IIB yg sdh ada. Setiap berkas yang diterima harus segera dicontreng, sebagai pelengkap dokumen ekspedisi.

Berbeda dengan anjuran KPU, di sini nyontreng boleh lebih dari 1 kali, n boleh memilih lebih dari 1 berkas. Tergantung kondisi. Sangat dianjurken untuk tidak golput (emangnya piye caranya golput? :p) dan setiap staf diharapkan ikut menyukseskan acara contreng menyontreng ini.

Iklan

ILC (Integrated Land Computerization) Kantor Pertanahan Kab Magelang

Penerapan LOC (Land Office Computerization) Phase II B secara seragam dan serempak pada Kantor Pertanahan se-Indonesia (bener gak, ya?) pada Desember 2008 – Januari 2009 yang lalu menimbulkan semangat baru dalam transparansi  layanan (dan sekaligus keresahan di kalangan pegawai Pertanahan, karena harus mempelajari sistem baru). Meskipun terasa agak dipaksakan, the show must go on. Sim salabim, SAS berubah menjadi LOC II B.

Seperti biasa, perubahan sistem selalu membawa konsekuensi, baik yang diharapkan (semakin cepat, semakin baik.. ups bukan kampanye lho.., semakin terstruktur, semakin njelimet :D, dll), juga konsekuensi yg tidak diharapkan. Biasa, pegawai yg sudah kadung familier dengan sistem yang lama, merasa terbebani harus memfamilierkan diri dengan sistem baru.

Dalam rangka mensukseskan migrasi sistem SAS ke LOC II B, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang, Bp. Edi Sulistyanto memiliki gagasan yang menarik.

“Piye mas, kalau dibuatkan software mandiri yang memantau kinerja karyawan dalam penerapan sistem LOC II B, sekaligus untuk pelaporan dan kendali mutu..?” demikian usul Bp. Edi.

Demikianlah, akhirnya saya dan tim, mulai ngoprek database LOC II B yang lumayan rumit dan mbulet, untuk membuat software yang prinsip (awal)-nya ada 3 fungsi :

1. Pemantauan Kinerja

2. Pelaporan

3. Kendali Mutu

Hari berganti hari,  minggu berganti minggu, pekerjaan yang melelahkan itu mulai membuahkan hasil. ILC, demikian kami memberinya nama. Nama ILC sendiri adalah sedikit joke atas LOC, yang (secara dipaksakan) adalah : Integrated Land Computerization. Komputerisasi Sistem Pertanahan yang Terpadu. Sebagai dasar awalnya adalah 3 fungsi di atas, dan nantinya bakal terpadu dengan sistem yang lain, bukan hanya LOC.

Screenshot ILC

Screenshot ILC

Alhamdulillah, tanggapan dan support dari Pak Edi dan para staf (Pak Murih Adi, dan lain-lain) sungguh luar biasa, sehingga kami juga merasa bangga, software ILC diterapkan secara resmi di Kantor Pertanahan Kab Magelang. ILC versi 1.0. Varian yang hampir sama juga diterapkan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, atas permintaan Bp. Ken Permana. Namanya adalah Sistem Pertanahan Terpadu (SPT) versi 1.0, dengan fungsi dan fitur yang hampir sama.

Tentunya software ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, namun kami bertekad untuk terus menyempurnakannya.