Terjemah Al-Qur’an lewat Yahoo Messenger

Info lawas, tapi mudah2an bermanfaat.

Jika Anda menginginkan terjemahan Al-Qur’an, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, teks Arab, maupun Transliterasinya, bisa mengaksesnya lewat YM (Yahoo Messenger).

Caranya :
* Login YM
* Add sebagai teman quran.noor
* Chat dengan quran.noor untuk mendapatkan hasilnya
ketik : Quran [mode] [surat]:[ayat](-[ayat])

Chat with Quran.noor
mode :
[NONE] = bahasa Inggris
ID = Bahasa Indonesia (menggunakan Al-Quran dan Terjemahnya By Prof. Dr. RHA Soenarjo)
AR = teks Arab
TN = transliterasi (menggunakan http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/tr…ion/table.html)

Contoh :
Quran 2:1-5 -> akan menghasilkan terjemah dalam Bahasa Inggris QS Al-Baqarah ayat 1-5
Quran ID 2:1-5 -> akan menghasilkan terjemah dalam Bahasa Indonesia QS Al-Baqarah ayat 1-5
Quran AR 2:1-5 -> akan menghasilkan teks Arab QS Al-Baqarah ayat 1-5
Quran TN 2:1-5 -> akan menghasilkan transliterasi QS Al-Baqarah ayat 1-5
Quran ID 2:1-5 -> akan menghasilkan terjemah dalam Bahasa Indonesia QS Al-Baqarah ayat 1-5
Quran ID 114:1 -> akan menghasilkan terjemah dalam Bahasa Indonesia QS Al-Nas ayat 1

Silakan dicoba. Semoga bermanfaat.

Iklan

Pembakaran Al-Qur’an Tetap Dilakukan

Meskipun ditentang umat Islam dari berbagai negara, ternyata ada warga Amerika Serikat yang tetap melakukan pembakaran Al-Qur’an. Ternyata kebebasan demokrasi yang diusung oleh mbahnya demokrasi adalah kebebasan yang tidak menghargai orang lain.
Dengan kejadian ini, siapa yang teroris?

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100916/twl-pembakaran-alquran-ternyata-jadi-dil-deaf2f6.html

Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan
Liputan 6 – Jumat, 17 September

Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) silam.

Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang sebagian besar dari media.

Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.

Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan tidak etis.

Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.

Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan nilai-nilai, namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita memiliki pasukan di Irak dan Afghanistan adalah untuk melawan penindasan dan penganiayaan agama terhadap penduduk negara di negara tersebut. Namun, saat ini ternyata warga negara Amerika sendiri yang melecehkan agama lain.

Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam memberikan gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, “Kami merasa seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang Alquran, kami memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah menaruh salinan Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan anak-anak untuk menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika selesai membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya”. (Huffington Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN)

Alhamdulillah, Semakin Banyak yang Menentang Rencana Pembakaran Al-Qur’an

Selain HTI dan FPI, semakin banyak pihak yang menentang rencana gila pembakaran Al-Qur’an sebagai peringatan 9/11 di Florida, AS.

Tokoh Agama Mengecam Aksi Pembakaran Al-Quran Sedunia

Jakarta (ANTARA News) – Para tokoh agama di Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pluralisme mengecam rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia memperingati 9 tahun robohnnya World Trade Center pada 11 September 2001.

“Kami mengutuk rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia,” kata Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia(MUI) Slamet Effendi Yusuf dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin sore.

Rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia dilakukan oleh kelompok yang menamakannya dirinya Dove World Outreach Center berkantor di Florida, Amerika Serikat.

Menurut Slamet, rencana pembakaran Al-Quran sedunia tidak mencerminkan niat mayoritas umat kristen karena merupakan niat dari kelompok kecil masyarakat saja.

Slamet mengungkapkan, umat Islam di seluruh negara agar tidak terprovokasi dan berdoa agar rencana aksi ini tidak terjadi.

“Jika aksi pembakaran Al-Quran benar-benar terjadi akan terjadi konflik yang luar biasa diseluruh negara,” ungkap Slamet.

Selanjutnya, kata Slamet, seluruh umat manusia di dunia agar mentikapi rencana aksi ini dengan membuat langkah-langkah yang konstruktif.

“Harus ada dialog antar peradaban untuk menghilangkan sikap eksklusif atau tidak peduli terhadap kebersamaan,” ungkap Slamet.

Menurut Slamet, pemerintah dan pers di Amerika menanggapi pernyataan dari para tokoh agama di Indonesia yang mengutuk rencana aksi pembakaran Al-Quran.

Ketua Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra dalam kesempatan yang sama mengatakan, jika rencana aksi pembakaran Al-Quran benar terjadi bisa memicu terjadinya perang antar umat beragama.

“Jika rencana aksi ini benar terjadi dampaknya akan sangat serius terhadap masyarakat di seluruh negara,” ungkap Damien.

Menurut Damien, saat ini di dunia maya melalui jejaring youtube dan facebook sekitar ratusan ribu orang telah menyatakan mendukung rencana aksi tersebut dan ini sangat berbahaya.

“Saat ini tugas para pemimpin umat beragama di seluruh negara agar menenangkan situasi masyarakat,” ungkap Damien,

Menurut Damien, demi kebebasan hak asasi manusia(HAM) maka seluruh umat manusia di dunia harus melakukan sesuatu.(*)
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/1281394776/tokoh-agama-mengecam-aksi-pembakaran-al-quran-sedunia/

Bahkan dari umat Kristiani sendiri juga menolak rencana itu. :thanks:

Tolak Rencana Pembakaran Quran, GPP Ancam Akan Bakar Injil

Monday, 30 August 2010 22:02
Rencana pembakaran Alquran yang dilakukan sebuah sekter kecil di Florida, Amerika Serikat umtuk memperingati tragedi serangan 11 September, terus mendapatkan tentangan. Bahkan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) menilai hal tersebut merupakan rencana sinting.

“Kami sebagai non Muslim sangat menentang tindakan gila itu,” tegas Koordinator Nasional GPP Damien Dematra saat bertemu dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jakarta, Kamis (26/8).

Tindakan itu, menurut dia, akan memberikan dampak tidak hanya kepada Islam, tapi juga agama lainnya. Kalaupun benar terjadi, lanjut Damien, bukan tidak mungkin perang agama akan terjadi di dunia. Sehingga, masing-masing agama akan melakukan aksi balas dendam dengan saling membakar kitab suci lainnya.

Jika rencana pembakaran Al Quran tak dapat dihentikan, ditegaskan dia, maka umat Kristiani juga akan melakukan aksi gila lainnya. Karena itu, Damien dan rekan-rekannya mengatakan akan membakar kitab suci agama Kristen, yakni Injil.

“Saya orang Indonesia, saya cinta negeri ini dan saya akan memperjuangkan segala hal yang mengancam negeri ini. Indonesia dibangun oleh banyak budaya dan agama,” tandas Damien. (inilah)

Sumber : http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=887:tolak-rencana-pembakaran-quran-gpp-ancam-akan-bakar-injil&catid=48:editorial&Itemid=89

Bahkan pihak Kedubes AS di Indonesia juga mengecam rencana aksi itu.


Perwakilan GPP yang terdiri dari Damien, Ketua Komisi Wali Gereja Indonesia(KWI) Uskup Mandagi, Ketua Komisi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia(PGI) Pendeta Hendrik, dan Sekretaris Pimpinan Pusat(PP) Muhammadiyah Abdul Mu`ti diterima oleh Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar(Kedubes) Amerika Serikat(AS) Ted Lyng, Senin siang kemarin di kantor Kedubes AS.

Menurut Damien, pemerintah AS sangat konsern terhadap rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia yang dilakukan oleh kelompok jamaah salah satu gereja di AS yang menamakan dirinya Dove World Outreach Center memperingati robohnya gedung World Trade Center(WTC) pada 11 September 2001 di AS.

Selanjutnya, kata Damien, pihak Kedubes AS yang diwakili oleh Ted Lyng mengatakan, prihatin dan warga AS dari seluruh agama tidak setuju dengan rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia.

“Pihak Kedubes AS mengucapkan terima kasih karena telah menerima surat pernyataan bersama para tokoh agama di Indonesia yang menolak rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia,”ungkap Damien.

“Kami sangat prihatin atas adanya kampanye tersebut. Warga Amerika Serikat dan seluruh umat beragama tidak setuju dengan inisiatif dari kelompok tersebut. Kami sangat berterima kasih atas ‘Surat Pernyataan Bersama’ dan komunikasi yang baik dari para pemimpin agama di Indonesia dalam menyikapi masalah ini,” ujar Ted seperti diberitakan dalam keterangan Pers GPP.

Damien mengungkapkan, pihak Kedubes AS berjanji akan menyampaikan pesan dari GPP kepada pemerintah AS secepatnya dan setelah itu akan segara menyatakan sikap terhadap rencana pembakaran Al-Quran di AS secara resmi.

Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti dalam kesempatan yang sama mengatakan, rencana aksi pembakaran Al-Quran merupakan akibat dari situasi politik global untuk meningkatkan popularitas pribadi atau kelompok kecil di AS.

Menurut Abdul, pemerintah AS tidak bisa hanya menyatakan kekecewaannya saja tetapi juga harus ada langkah nyata menggagalkan rencana aksi pembakaran Al-Quran di AS.

Sumber : http://www.suaramedia.com/berita-nasional/26892-kedubes-as-dukung-kecaman-pembakaran-al-quran-sedunia.html

Setuju banget. Pemerintah AS tidak bisa hanya menyatakan kekecewaannya saja tetapi juga harus ada langkah nyata menggagalkan rencana aksi pembakaran Al-Quran di AS.

Tolak Rencana Pembakaran Al-Qur’an pada Peringatan 11 September !!

Sebuah gereja di Florida, Amerika Serikat menyeru untuk membakar Al Qur’an, pada tanggal 11 September selama perayaan tahunan kesembilan memperingati serangan 11 September. Gereja Kristen yang terletak di wilayah Gainesville tersebut mengatakan berusaha untuk menjadikan peringatan tersebut “hari dunia untuk membakar Al-Qur’an”.

Telah diluncurkan sebuah halaman di situs jejaring sosial populer “Facebook” untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang berpartisipasi dalam perayaan tersebut, yang menulis didalamnya perkataan yang menghina Islam untuk mengumpulkan sebanyak mungkin anggota.

Halaman tersebut juga mengatakan bahwa tujuannya “untuk memberikan kesadaran kepada orang-orang tentang bahaya Islam dan bahwa Al-Qur’an menjerumuskan manusia ke neraka Jahanam, dan kami ingin mengembalikan Al-Qur’an ke lokasi asalnya: yaitu neraka”, menurut laporan surat kabar Inggris “The Independent” 28/7/2010. Dan gereja tersebut menggambarkan dirinya sebagai sebuah “Gereja Perjanjian Baru yang berdasarkan Alkitab yang suci”, dan dia memiliki sejarah pernyataan yang provokatif seputar Islam.

Penanggung jawab dan pemilik Gereja tersebut Terry Jones baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel berjudul “Islam adalah Iblis dan memasang papan besar di luar gereja yang berisi tema artikelnya .Penulis Inggris Tom Mendilsn dalam laporannya ketika mengomentari langkah ini”: ini berita yang tidak menyenangkan, dan memberikan kontribusi terhadap meningkatnya fenomena kebencian terhadap Islam dan umat Islam di Amerika Serikat dan Barat”.

Mayoritas peserta di halaman Facebook yang menyerukan perayaan dengan membakar Al-Qur’an menentang keras gagasan tersebut, dimana salah satunya menganggap para penyerunya adalah orang-orang bodoh bahwa mereka adalah penganut rasisme, kebencian dan kekerasan. Dan mengatakan bahwa gagasan tersebut adalah tragis dan sangat menyedihkan, dan menuntut penutupan situs yang menyinggung Agama oleh pengelola Facebook.

Fenomena meningkatnya permusuhan terhadap Islam ditandai dengan pelemparan granat di sebuah masjid di Jackso Neville di Florida awal tahun ini. (ar/alarabiya)

Sumber : Voice of al – Islam, Tanggal Akses 02 Agustus 2010

Lagi2 HTI dan FPI bisa jadi andalan, pada saat yg lain pada bengong 🙂
HTI dan FPI demo menolak rencana pembakaran Al-Qur’an. Yang lain juga ditunggu kontribusinya untuk menolak rencana gila-gilaan ini.

Cek berita ini.

HTI Desak Penguasa Gagalkan Rencana Pembakaran Alquran

Jakarta,- Sekitar 300 massa Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jum’at (27/8) siang di Jakarta. Massa mengecam ajakan salah satu sekte Kristen di Amerika yang mengajak siapa saja untuk membakar Alquran pada peringatan 9 tahun tragedi WTC/911 11 September mendatang.

Meski tengah menjalankan ibadah puasa, massa tetap semangat meniakkan takbir di tengah teriknya matahari mendesak pemerintah AS untuk menggagalkan rencana sinting warganya. Massa pun mengacung-acungkan poster yang di antaranya berbunyi: Libas Pembakar Al-qur’an; Hanya dengan Khilafah Kemuliaan Islam Terjamin; Selamatkan Islam dengan Khilafah; Jawab Bencana Pembakaran Al-qur’an dengan Jihad.
Baca lebih lanjut