Belajar Bahasa Jepang

Yg pingin belajar bahasa Jepang lebih lanjut, silakan klik dimari http://aboutnihongo.wordpress.com

Iklan

Belajar Bahasa Jepang (これ、それ、あれ、この、その、あの)

Uniknya Bahasa Jepang, adalah ada 3 kata tunjuk. Beda dgn Bahasa Indonesia, Inggris atau yang lain yang hanya punya 2, INI dan ITU, THIS dan THAT.

Kore (これ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang DEKAT dengan PEMBICARA. (sama dengan INI dlm Bahasa Indonesia)

Sore (それ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang JAUH dari PEMBICARA dan DEKAT dengan LAWAN BICARA.

Are (あれ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang JAUH dari PEMBICARA dan LAWAN BICARA.

Contoh dalam kalimat :

Kore wa jisho desu.
これは辞書です。
Ini adalah kamus

Sore wa enpitsu kezuri desu.
それは鉛筆削りです。
Itu adalah peraut pensil.

Are wa kokuban desu.
あれは黒板です。
Itu adalah papan tulis.

Kono (この), Sono (その) dan Ano (あの) adalah kata tunjuk namun harus melekat pada kata benda. Misalnya : kono hon = buku ini, sono kaban = tas itu, ano hito = orang itu.

Contoh pada kalimat :

Kono hito wa Arif-san desu.
この人はアリフさんです。
Orang ini adalah pak Arif.

Sono kata wa sensei desu.
その方は先生です。
Orang itu (frasa hormat) adalah pak guru.

Ano tatemono wa ginkou desu.
あの建物は銀行です。
Gedung itu adalah Bank.

Vocab :

jisho = kamus
enpitsu = pensil
enpitsu kezuri = peraut pensil
kokuban = papan tulis
hito = orang
kata = orang (hormat)
tatemono = gedung/bangunan
ginkou = bank

Belajar Bahasa Jepang (私はインドネシアから来ました?)

Iseng2 nulis lagi tetang belajar Bahsa Jepang. Beberapa teman menanyakan apa bedanya :

私はインドネシアから来ました (Watashi wa Indonesia kara kimashita)

私はインドネシアに住んでいます (Watashi wa Indonesia ni sunde imasu)

Yang saya tulis di “Perkenalan dalam Bahasa Jepang“, saya menulis dengan pola pertama. Indonesia kara kimashita.

Apa sih bedanya?

私はインドネシアから来ました (Watashi wa Indonesia kara kimashita) berarti : Saya datang dari Indonesia.

私はインドネシアに住んでいます (Watashi wa Indonesia ni sunde imasu) berarti : Saya tinggal di Indonesia.

Secara harfiah sudah tau bedanya kan? Yang pertama diucapkan saat kita pergi ke suatu tempat dan memperkenalkan diri. Yang kedua diucapkan saat memperkenalkan diri tanpa pergi ke suatu tempat (bisa juga perkenalan secara Online)

Semoga bermanfaat

Fiqih ringkas Idul Adha dan Qurban. Semoga bermanfaat..

Kang Aswad

Idul Qurban atau Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Muslim yang ditetapkan oleh agama. Di hari tersebut, disyariatkan ibadah udhiyah atau dikenal dengan ibadah qurban, yaitu menyembelih hewan qurban dengan aturan tertentu, dalam rangka taqarrub kepada Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih” (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440)

Di hari itu juga disyariatkan bahkan dianjurkan untuk berbahagia dan bergembira ria. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu’anhu:

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم…

Lihat pos aslinya 2.050 kata lagi

Jangan mudah mengikuti emosi sesaat. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

BINTANG

 

Kisah ini bercerita tentang bagaimana tragedy ini terjadi antara seorang ibu yang bernama Siu Lan an anak perempuannya Lie Mei di sebuah desa kecil di China.  Siu Lan adalah seorang janda miskin yang memiliki seorang putri kecil yang berumur 7 tahun, yang diberinya nama Lie Mei.

 

Kemiskinan hidup mereka, memaksa ibu dan anak ini untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup mereka berdua. Hidup mereka penuh kekurangan, sehingga membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.  Maklum dikarena keseharian mereka disibukkan dengan membuat kue dan menjajakannya sepanjang hari.  Apalagi tempat tinggal mereka hanya disebuah desa kecil , sehingga hasil keuntungan dagangan kue merekapun juga sangat minim.

Di suatu ketika, pada musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Lalu, dia berpesan agar anaknya Lie Mei menunggu di rumah saja, karena…

Lihat pos aslinya 501 kata lagi

Kisah Burung yang Sehat & Burung yang Cacat

Syaqiiq al-Balkhi adalah teman Ibrahim bin Adham yang dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada tataran enggan untuk bekerja.

Penasaran dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya, “Apa sebenamya yang menyebabkan Anda bisa seperti ini?”

Syaqiiq menjawab, “Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya. Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rizki.

Maka aku duduk memperhatikannya dari jarak yang dekat. Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapinya.

Maka saya berkata dalam hati, “Dzat yang mengilhami burung sehat untuk menyantuni burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini pastilah berkuasa untuk memberiku rejeki di manapun aku berada.”

Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah.

Mendengar penuturan Syaqiiq tersebut Ibrahim berkata, “Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu? Mengapa Anda tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu? Bukankah itu lebih utama?

Bukankah Nabi bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?”

Sudah selayaknya bagi seorang mukmin memilih derajat yang paling tinggi dalam segala urusannya, sehingga dia bisa mencapai derajat orang yang berbakti”

Syaqiiq tersentak dengan pernyataan Ibrahim dan ia menyadari kekeliruannya dalam mengambil pelajaran. Serta merta diraihnya tangan Ibrahim dan dia cium tangan itu sambil berkata, “Sungguh. Anda adalah ustadzku, wahai Abu Ishaq (Ibrahim).”

(Tarikh Dimasyqi, Ibnu Asakir)

Sumber : ar-risalah No. 112 / Vol. X / 04 Syawal – Dzhulqa’dah 1431 H / Oktober 2010

Semoga bermanfaat..

Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Pemimpin yang Amanah dan Taat

Kapan kira2 negeri ini bisa memiliki Pemimpin yang seperti beliau Umar bin Abdul Aziz?

Sebelum itu dijawab, terlebih dahulu yg perlu ditanyakan, mungkin nggak negeri ini memiliki pemimpin sekualitas Umar binAbdul Aziz? Kalau mungkin, kira2 lewat jalur Partai apa? Demokrat? Golkar? PDIP? PKS? atau partai2 lain? Saat kampanye, berapa banyak uang yang beliau keluarkan untuk biaya kampanye? Berapa rupiah yang bakal beliau keluarkan untuk media iklan di TV2 Nasional? Kira2 janji2 muluk apa yang bakal ditebar? Berapa persen rakyat yang terdaftar di DPT bakal memilih tokoh seperti beliau?

Sambil membayangkan itu semua, diam2 saya tersenyum geli. Jawabannya adalah TIDAK MUNGKIN. Paling tidak, jika sistem Pemilu masih seperti sekarang, tidak bakal muncul pemimpin yang sekaliber Umar yang bakal jadi pemimpin negeri ini. Yang paling mungkin adalah mereka yang berambisi, mau tebar duit, tebar pesona, janji2 muluk2 sana-sini, dan siap2 mengingkari apa yang telah dijanjikan saat kampanye, serta siap2 mengembalikan modal kampanye selama masa kepemerintahannya (baca: paling tidak mencapai BEP/ Break Event Point).

Bandingkan pemimpin2 yang ada sekarang dengan Umar bin Abdul Aziz berikut. Cek artikelnya Sob..

Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Pemimpin yang Amanah dan Taat

Sebelum menduduki Jabatan Khilafah

Umar bin Abdul Aziz lahir pada tahun 63 H, di tahun wafatnya Ibunda Maimunah, Isteri nabi saw. Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam, bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams. Ibunya adalah Ummu Ashim Binti Ashim bin Umar al-Khathab (yang dikenal dengan julukan Abu Hafhs). Diriwayatkan bahwa ketika Abdul Aziz bin Marwan hendak menikahi Umu Umar bin Abdil Aziz, Ia (Abdul Aziz) berkata kepada pengasuhnya, kumpulkanlah untuk-ku empat ratus dinar dari hartaku yang paling bersih, karena aku akan menikahi keluarga yang baik. Maka Ia pun menikahi Umu Umar bin Abdil Aziz. Namanya adalah Umu Ashim binti Ashim bin Umar bin Al-Khatab. Ashim adalah putra Umar yang menikah dengan seorang pemudi yang menolak menambahkan air pada susu perasan ketika diperintahkan oleh ibunya. Saat itu ia berkata kepada Ibunya, jika Umar tidak melihat kita maka Allah pasti melihat kita. Hal itu kemudian didengar oleh Umar bin Khatab ra. Maka ia memerintahkan salah seorang anaknya untuk menikahi pemudi itu karena sifat amanah yang dimilikinya. Maka menikahlah ia dengan Ashim (putra Umar bin Khatab).
Baca lebih lanjut

GILA! Undang-undang Indonesia adalah Pesanan Asing!

Eva Kusuma Sundari Makin terungkap bobroknya pemerintahan negara kita tercinta. Setelah mantan Menkes Siti Faadilah Supari mengungkap keluh kesahnya “ditegur” oleh Kepala Negara terhormat karena membongkar kasus NAMRU, kali ini Eva Kusuma Sundari bersumber info dari BIN membuka isu, 76 Undang-undang produk DPR (usulan dari Pemerintah) adalah pesanan asing. Tentunya hal ini dalam upaya menguasai kekayaan alam di Indonesia. Gila!

Anggota DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari, mengungkapkan bahwa ada campur tangan asing terlibat dalam penyusunan puluhan undang-undang di Indonesia. “Ada 76 undang-undang yang draft-nya dilakukan pihak asing,” Hal ini telah berlangsung puluhan tahun!

Berikut ini salah satu berita yang dimuat di Tempo Interaktif :

Eva: Asing Intervensi 76 Undang-undang
Jum’at, 20 Agustus 2010 | 16:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta –Anggota DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan, ada campur tangan asing terlibat dalam penyusunan puluhan undang-undang di Indonesia. “Ada 76 undang-undang yang draft-nya dilakukan pihak asing,” kata Eva saat dihubungi Tempo, Jumat (20/8).

Eva mengatakan, temuan ini diperolehnya dari sumber Badan Intelijen Negara. Puluhan UU dengan intervensi asing itu dilakukan dalam 12 tahun pasca reformasi. Inti dari intervensi ini adalah upaya meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Contohnya, UU tentang Migas, Kelistrikan, Pebankan dan Keuangan, Pertanian, serta sumber Daya Air.

Menurut dia, semua undang-undang tersebut adalah usulan pemerintah. “Tidak ada yang dari DPR,” kata politikus PDIP ini. Eva menyesalkan mengapa pemerintah lebih mengakomodasi kepentingan asing dalam undang-undang tersebut. Padahal, pemerintah telah berpengalaman selama 65 tahun kemerdekaan. “Di sana juga berkumpul orang-orang pinter,” ujarnya.

Eva mengakui meskipun pada akhirnya undang-undang tersebut juga dibahas bersama di DPR, kalangan Dewan tidak bisa banyak diharapkan mencegah intervensi asing itu. “Secara kapasitas, kapabilitas, belum balancing antara DPR dengan pemerintah,” ujarnya.” Apalagi kebanyakan anggota Dewan adalah orang baru yang mungkin belum terlalu berpengalaman.”

Menurut Eva, akibat intervensi itu telah dirasakan masyarakat kini. Contohnya, dalam industri perbankan dan pertanian. Di industri perbankan, aset bank nasional masih miskin. Pada bidang pertanian, nasib petani makin rentan. “Kita sangat tergantung pada impor akibat liberalisasi yang dilakukan,” ujarnya.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/20/brk,20100820-272793,id.html

Negara ini semakin tergadaikan ke pihak asing. Jadi, siapa sesungguhnya pemilik negeri Katulistiwa ini? Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, milik siapa? Dipergunakan untuk kemakmuran siapa?