Polemik Rutin Menjelang Idul Fitri, 1 Syawal 1430H

Tak terasa, Ramadhan tahun ini akan segera berlalu. Bulan Syawal sudah di depan mata. Mudah2an amalan kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Bagi yg merasa amalannya kurang, segera lengkapi dengan zakat fitrah (yg merasa amalnya sdh cukup baik juga tetep wajib lho..), karena zakat fitrah dapat memperbaiki kekurangan amalan Puasa Ramadhan (kata pak Ustadz).

Yang ingin saya bahas di sini, adalah polemik tahunan yang selalu muncul menjelang idul fitri. Kapan sesungguhnya tanggal 1 Syawal?

Ada 2 metode yang umum dipakai di Indonesia, yaitu ru’yatul hilal (melihat bulan) dan hisab (perhitungan). Kalangan Muhammadiyah dan PERSIS menggunakan metode hisab, NU menggunakan metode ru’yah, sedangkan Pemerintah (Depag) biasanya melihat kalender yang sdh kadung tercetak (hehehe.. Belum pernah kayaknya Menteri Agama menetapkan Idul Fitri yang berbeda dengan kalender yg sdh tercetak).
Apa alasan masing2 metode?

1. Ru’yah. Metode ini secara leterlek mengamalkan Hadits Rasulullah, yang memang memerintahkan melihat bulan untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan.

Rasulullah bersabda yang artinya : “Janganlah kalian berpuasa sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Sya’ban menjadi 30 hari). Dan janganlah kalian berhenti berpuasa (Ramadhan) sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Ramadhan menjadi 30 hari)” [HR Abu Dawud dan An-Nasa’i dg sanad shahih].

Metode ini memang lebih sulit dan ribet, namun bagi para pendukungnya adalah metode yang benar dan dituntunkan Rasulullah.

2. Hisab. Metode ini menggunakan perhitungan matematis, sehingga dapat diperhitungkan dengan cepat dan (insyaAllah) akurat, kapan bulan baru muncul.

Secara syar’i, alasannya adalah kaidah “mempermudah”. Ru’yatul hilal atau melihat hilal secara langsung adalah pekerjaan yang sangat sulit sementara Islam adalah agama yang tidak berpandangan sempit.
Alasan2 lainnya adalah bahwa teknologi dan perhitungan matematis lebih akurat daripada pandangan mata manusia.

Bagi para pendukungnya, metode ini sudah sangat ideal. Dengan menggunakan teknologi yang sangat mutakhir, apa sulitnya menentukan posisi bulan? Hari gini, gitu loh.. Apalagi persatuan umat akan lebih mudah dijaga jika awal Ramadhan bisa serempak.

Bagi saya pribadi, mengingat dan mempertimbangkan bahwa puasa ramadhan adalah ibadah mahdhah yang semestinya tatacara dan aturannya mengikut kepada contoh Rasulullah, lebih cenderung mengikuti pendapat bahwa awal bulan mestinya ditentukan dengan ru’yah. Bagi saya, teks Al-Qur’an “Faman syahida minkumusysyahhra falyasumhu” dan teks Hadits memiliki kedudukan yang superior dibandingkan dengan kaidah. Kemajuan teknologi tidak akan pernah menggeser kedudukan Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum.

Trus, kalo ru’yat ‘kan susah? Misalnya di Arab Saudi sudah terlihat, belum tentu di Indonesia terlihat? Jadinya awal bulan syawal bisa beda2 dong! begitu kira-kira komplain yang muncul.

Sebenarnya, ada hadits yang menyebutkan bahwa jika satu penduduk suatu negeri melihat bulan, hendaklah mereka semua berpuasa meski yang lain mungkin belum melihatnya.
Ada juga riwayat lain bahwa Rasulullah pernah membatalkan puasanya, karena mendengar kabar bahwa di suatu negeri bulan telah wujud.

Kesimpulan, saya akan mengikuti ru’yah yang berhasil melihat bulan terlebih dahulu. Misalnya di Indonesia belum terlihat, namun di negara lain sudah terlihat, ya ngikut aja.. Ibadah puasa mestinya tidak disekat2 garis semu batas negara. Mendingan kuwalat sama pak Mentri Agama daripada kuwalat sama Rasulullah..

Ada pendapat lain?

One thought on “Polemik Rutin Menjelang Idul Fitri, 1 Syawal 1430H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s