Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Berita agak lama, tapi lumayan masih bisa dinikmati dan menghibur (kalah deh, srimulat ;p).

Roy Suryo : Saya Kan Ikon IT

Rabu, 08 April 2009 | 19:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Wajahnya nampang di halaman hasil hacking di situs pemerintah daerah Jakarta, http://www.jakarta.go.id/kpud/, Roy Suryo mengaku bukan yang melakukan hacking. Tapi itu merupakan kelakuan para penggemarnya.

“Itu sudah sering terjadi. Para hacker itu penggemar saya. Saya kan ikon-nya IT, mereka sering memanfaatkan gambar saya untuk itu (hacking),” ujar Roy.

“Mereka itu apa tujuannya melakukan hal seperti itu. Caranya juga sudah tidak canggih lagi. Kelakuannya kekanak-kanakan. Daripada begitu lebih baik melakukan hal yang positif dengan membuat kontribusi kepada pemerintah misal buat program yang menunjang pelaksanaan Pemilu,” ujar Roy, yang mengaku tak pernah marah gambarnya sering dimanfaatkan para hacker disitu-situs yang dibobol.

“Dulu juga pernah (foto saya) muncul di situs milih pemerintah daerah Jawa Timur,” ujar Roy.

Situs http://www.jakarta.go.id/kpud/ milik pemerintah daerah Jakarta telah dihack, dengan dihack dengan merupakan tampilan menjadi blok hitam dengan foto Roy Suryo ditengah halaman.

Namun situs itu bukan situs resmi milik Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta, situs resmi KPUD Jakarta beralamat di http://kpujakarta.go.id

Lucu, kan? Bagaimana komentar Anda?

Temukan Roy Suryo di Google

Iklan

Pidato Pembukaan Mukatamar Ulama Nasional

Berikut ini Pidato Pembukaan Muktamar Nasional, 21 Juli 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

)إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ(

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (TQS. Al-Fathir [35] : 28).

Rasulullah SAW bersada:

«اَلْعُلَمَاُء وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ»

Para ulama adalah pewaris para Nabi”. (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari jalan Abu Darda’).

Para Ulama yang Mulia!

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang masih setia dan loyal kepadanya.

Sungguh saya sangat senang memulai dengan ayat dan hadits yang mulia tersebut untuk menjelaskan kedudukan seorang ulama, yang ilmunya bermanfaat, dan aktivitasnya ikhlas karena berharap ridha Allah semata.

)قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ(

Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (TQS. Az-Zumar [39] :9).

Waba’du.

Para ulama yang mulia…!

Saudara-saudara tahu bahwa Rasulullah SAW diutus dengan membawa agama Islam yang agung ini, tidak untuk disambut hanya dengan lisan saja, melainkan untuk diterapkan bagi umat manusia di muka bumi ini. Untuk itu, diperlukan sebuah negara yang akan menegakkan semua ketentuannya dan menerapkan semua hukumnya. Negara yang berjihad dengan sungguh-sunguh demi mewujudkan semuanya, menegakkan keadilan, dan menyebarkan kebaikan di seluruh penjuru dunia.

Semua ini jelas sekali dalam sirah Rasulullah SAW. Beliau menyeru kepada Allah dengan bashirah (hujjah yang nyata) di Makkah al-Mukarramah. Beliau tak henti-hentinya meminta dukungan dan pertolongan kepada berbagai kabilah, serta kepada orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuatan; sehingga akhirnya Allah SWT menolongnya dengan dukungan dan pertolongan dari penduduk Madinah al-Munawwarah. Kemudian beliau hijrah dan mendirikan negara. Setelah itu, belaiu melakukan futuhat dan menyebarkan Islam dengan dakwah dan jihad.

Selanjutnya, apa yang beliau ajarkan dan contohkan terus dijalankan oleh Khulafaur Rasyidun sesudahnya. Mereka berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh sampai ajal menjemputnya. Negara Islam, yakni Negara Khilafah, telah berlangsung di masa bani Umayyah, bani Abbasiyah, dan Utsmaniyyin; hingga akhirnya kaum kafir penjajah yang dipimpin Inggris ketika itu, dengan bantuan para pengkhianat Bangsa Arab dan Turki, berhasil meleyapkan Khilafah, pada hari seperti yang kita berada saat ini, yaitu 88 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M.

Wahai para ulama yang mulia…!

Kaum Muslim di sepanjang masa Kekhilafahan mereka adalah kaum yang kuat, karena kedekatan mereka dengan Tuhannya. Juga sebagai kaum yang mulia, karena mereka konsisten menjalankan agamanya. Apabila mereka mengatakan sebuah pernyataan, maka gemparlah seluruh dunia; dan apabila mereka melakukan suatu perbuatan, maka kaum kafir pun gemetar ketakutan.

Khalifah kaum Muslim akan memberikan perlindungan dan pertolongan kapanpun ia mau. Perhatiannya terhadap kaum Muslim sangatlah besar, sehingga bendera Khilafah ada di manapun dibutuhkan. Ada seorang penguasa Romawi yang berani kurang ajar terhadap negeri-negeri kaum Muslim. Dia mengirim surat yang bernada ancaman kepada Harun ar-Rasyid, Kahlifah kaum Muslim.

Khalifah Harun ar-Rasyid berpendapat, jawaban surat itu tidak perlu dengan kertas lain, melainkan cukup di tulis di balik surat tersebut. Beliau menjawab, “Jawaban (atas ancaman Anda) adalah apa yang akan Anda lihat, bukan apa yang akan Anda dengar”. Beliau pun memimpin sendiri pasukan dan mengalahkan si pengancam tersebut. Bahkan ia merasakan akibat dari kekurangajaran yang ia dilakukan.

Ada seorang wanita yang dianiaya oleh seorang panglima Romawi. Ia menjerit minta tolong. Wanita itu berkata “Wahai Mu’tashim, dimanakah Engkau!”. Khalifah pun segera meresponnya dengan mengirim pasukan yang dipimpinnya sendiri, hingga Khalifah berhasil mengalahkan musuhnya, dan menghukum orang yang telah berani kurang ajar kepada wanita tersebut, serta mengembalikan kehormatan dan perasaan amannya.

Terjadi sebuah ancaman serius oleh perampok yang malakukan pembegalan di jalan yang biasa dilalui kaum Muslim. Korbannya adalah kaum perempuan dan anak-anak. Pemimpin perampok itu menahan kaum Muslim dan meminta tebusan yang sangat besar untuk pembebasannya. Karena besarnya jumlah tebusan itu, sehingga ada sebagian para pembantu panglima tentara Islam yang berpendapat bahwa jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan kaum Muslim. Lalu, Khalifah meminta kepada pemimpin perampok agar membebaskannya dan ditukar dengan tebusan yang diinginkannya. Kemudian, pemimpin perampok itu berkata, “Tidak, demi Allah. Tidak ada lagi setelah ini seorang perempuan Muslim yang merasa takut dan teramcam”.

Suatu hari ada seorang Raja Persia yang ditahan. Namun, tidak didapati seorang Persia pun yang mau menolong untuk menyelamatkan Rajanya itu dari tahanan, kecuali Khalifah kaum Muslim, Sulaiman al-Qanuni rahimahullah.

Demikianlah, kaum Muslim sepanjang masa Kekhilafahan mereka, menjadi penguasa dunia. Pemimpin yang menebarkan kebaikan dan bahkan menjadi yang pertama dalam segala hal:

Kaum Muslim adalah yang pertama dalam perindustrian. Mereka telah memproduksi manjaniq (alat perang kuno). Ia merupakan senjata berat di zamannya. Bahkan dengan senjata itu kaum Muslim berhasil menghancurkan benteng Thaif hingga rata dengan tanah pada masa Rasulullah SAW. Padahal negara kaum Muslim ketika itu masih terbilang muda, yaitu pada tahun kedelapan Hijriyah. Mereka juga telah memproduksi meriam raksasa pada masa Muhammad al-Fatih rahimahullah. Sehingga, dengannya mereka mampu menghancurkan benteng Konstantinopel….

Kaum Muslim lah yang pertama dalam ilmu pengetahuan. Mereka para pendahulu dalam fisika, kimia, matematika, dan astronomi. Hal ini tidak hanya diakui oleh kawan tetapi juga lawan. Cukup menjadi bukti tentang kuatnya pengetahuan dan perindustrian kaum Muslim adalah hadiah jam hasil karya kaum Muslim kepada Charlemagne, Kaisar Eropa. Dia adalah rajanya raja orang-orang Eropa. Ketika jam itu berbunyi dan pintu-pintunya dibuka…. mereka mengira itu pengiringnya; dan mereka adalah kelas masyarakat elite, namun mereka menyangka bahwa jam itu buatan jin dan jumlahnya banyak di sekitar mereka.

Kaum Muslim lah yang pertama dalam memilih penguasa dan membaiatnya. Sedang pada saat yang bersamaan, di mana para penguasa ketika itu bertindak seperti Tuhan terhadap rakyatnya. Rakyat tidak boleh memprotes apa yang telah diputuskannya. Sebab, bagaimana rakyat bisa memprotes Tuhannya? Adalah Abdurrahman bin Auf, ia berkeliling mendatangi rumah-rumah penduduk Madinah. Beliau menanyakan kepada kaum laki-laki dan perempuan, siapa yang akan mereka pilih untuk menduduki Kekhilafahan, apakah akan memilih Ali atau Utsman radhiyallahu ’anhuma.

Kaum Muslim lah yang pertama dalam menunaikan hak-hak bagi yang berhak, baik laki-laki maupun perempuan; hingga perempuan yang menjadi budak laki-laki, yang diperjualbelikan, yang tidak bernilai dan berharga. Atau seperti perempuan sekarang yang dijadikan komoditas dagangan, dan sarana periklanan. Sesungguhnya Islam memuliakan perempuan, menjadikannya seorang yang merdeka dan mulia, dia memiliki jaminan harta yang independen, dia berhak mengemukakan pendapatnya, …. juga berhak menjadi seorang perempuan yang alim dan faqih yang diperhitungkan.

Kaum Muslim adalah yang pertama dalam urusan-urusan perekonomian dan hidup mulia. Islam membagikan kepada umat manusia harta kepemilikan umum, mengurusi urusan-urusan mereka dengan harta milik negara, dan menjaga kepemilikan mereka yang sifatnya khusus. Islam juga memberikan zakat kepada yang berhak, sehingga pernah terjadi di beberapa waktu tidak ditemukan seorang fakir yang berhak menerimannya. Sementara, sekarang tidak sedikit orang yang hidup bergumul dengan sampah, padahal mereka berada di negara-negara yang katanya berperekonomian maju.

Demikianlah, beberapa kebaikan yang dulu mewarnai kehidupan kaum Muslim selama masa-masa Kekhilafahan kita masih tegak. Lalu, bagaimana dan apa yang terjadi setelah Kekhilafahan kita sudah tidak ada lagi?!

Sungguh, kita yang dulunya merupakan sesuatu yang besar, namun saat ini kita berubah menjadi potongan-potongan kecil. Negara kuta yang dulunya satu, sekarang menjadi lebih dari lima puluh wilayah, yang masing-masing menamakan negara besar maupun kecil.

Kekayaan kita dirampok, negeri-negeri kita adalah negeri-negeri yang penuh energi “minyak dan gas”. Namun demikian, lebih banyak dinikmati kaum Kafir penjajah. Mereka membawanya untuk menerangi negeri-negeri mereka, untuk menggerakkan mesin-mesin industri mereka. Sementara di negeri kita terjadi pemadaman listrik berkali-kali. Masyarakat hidup hanya berpenerang dengan lilin. Pabrik-pabrik kita pun hanya sedikit, itu pun lemah-lemah, tidak mampu bersaing seperti pabrik-pabrik yang ada di negara Barat.

]كالعيس في البَيْداء يقتلها الظما … والماء فوق ظهورها محمول[

Seperti orang berjalan di padang pasir

meninggal karena kehausan

Padahal di pundaknya, ia membawa air

Kita membiarkan negeri-negeri kita dijadikan jarahan bagi setiap orang yang rakus dan tamak. Kita biarkan wilayah kita berkurang sedikit demi sedikit. Lihatlah, Palestina, tahan Isra’ dan Mi’raj, tanah yang merupakan kiblat pertama, tanah haram yang ketiga, dan bumi yang penuh berkah, sekarang tanah itu diduduki kaum Yahudi, sehingga di dalamnya mengalami berbagai kerusakan demi kerusakan. Lihatlah Kasymir yang diduduki kaum Hindu, mereka banyak menumpahkan darah orang-orang yang tak bersalah, dan banyak melakukan kejahatan yang keji dan biadab. Lihatlah Siprus yang terpisah dari tanah induknya Turki, karena campur tangan kekuasaan kaum kafir Yunani. Lihatlah Timor Timur yang terpisah dari wilayah induknya Indonesia. Lihatlah Kaukasus dengan Chechnya-nya dan Inguhsnya …. yang diduduki oleh Rusia. Di sana mereka banyak menumpahkan darah orang-orang tak berdosa…. Kemudian, lihatlah Amerika yang menduduki Irak, Afganistan, dan juga mengagresi negeri tetangganya, Pakistan. Lihat lah pula negeri-negeri Islam yang lain.

Sementara itu, para penguasa di negeri-negeri Islam hanya bermain-main, seolah-olah kasus pembantaian ini tidak terjadi di negeri-negeri kaum Muslim. Sebab mereka meninggalkan Islam di belakang mereka. Dan mereka sampai pada kekuasaan ini karena diangkat oleh kaum Kafir penjajah. Sehingga, keberadaan mereka itu hanyalah alat dan jongos, yang tidak memberikan kebaikan apapun selain kehinaan dan ketidakberdayaan yang terus menyelimuti negeri-negeri kaum Muslim, disamping ancaman separatis dan agresi negara-negara kafir….

Adapun dari sisi kedaulatan dan kepemimpinan, maka kaum Muslim belum juga memiliki kedaulatan di dunia. Kaum Muslim hanya menjadi pengekor bangsa-bangsa lain, bahkan dalam hal-hal yang kecil dan remeh sekalipun. Mereka menyerahkan persoalannya kepada negara-negara lain, yang justru akan semakin menjauhkan apa yang menjadi keinginan kaum Muslim. Sehingga mereka tetap hidup hina dan tak berdaya. Hal ini tampak pada dukungan para penguasa kaum Muslim kepada Obama yang menekan Yahudi agar menghentikan pembangunan pemukiman, dari pada berjuang meleyapkan institusi Yahudi dengan berlaga dan berperang di medan tempur.

Demikianlah, keadaan kita. Demikian pula apa yang terjadi pada kita. Apakah masih ada jalan untuk memperbaiki semua kenyataan ini?!

Wahai para ulama yang mulia:

Sesungguhnya persoalan ini sulit untuk diperbaiki, kecuali dengan perkara yang telah terbukti mampu memperbaiki keadaan generasi sebelumnya; yaitu dengan mengembalikan Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian di negeri-negeri kaum Muslim. Ini merupakan persoalan utama kaum Muslim. Dengan Khilafah, mereka akan hidup mulia. Dan dengan Khilafah mereka akan meraih kemenangan dunia akhirat—dengan izin Allah. Tanpa Khalifah mereka terhina dan menjadi seperti anak-anak yatim di tengah pesta orang-orang jahat. Sesungguhnya memperbaiki urusan umat adalah dengan mengembalikan Khilafah Rasyidah dan membaiat Khalifah, yang akan mengumpulkan semua kaum Muslim, menegakkan keadilan, dan menyebarkan kebaikkan. Sehingga, seorang Muslim baik laki-laki maupun perempuan, hidup dalam kesejahteraan dan kemamuran; hidup aman dan nyaman, serta tenang dan tentram, menjadi hamba Allah; kuat karena kedekatan dengan Tuhannya, dan mulia karena konsisten menjalankan agamanya; tidak pernah merasa takut dan gentar, karena Allah, terhadap celaan orang yang suka mencela. Dengan Khilafah kaum Muslim akan meraih kebaikan bumi dan langit. Bumi akan mengeluarkan simpanannya dan langit akan menurunkan kebaikannya.

)وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ(

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (TQS. Al-A’raf [7] : 96)

Wahai para ulama yang mulia:

Sesungguhnya tegaknya Khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja. Tetapi ia merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain. Tegaknya Khilafah merupakan kekuatan penyelaman bagi seorang Muslim dari mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa). Rasulullah SAW bersabda:

«مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً

جَاهِلِيَّةً»

Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim dari jalan Abdullah bin Umar).

Siapa saja yang tidak membaiat Khalifah ketika Khalifah itu ada, lalu ia mati, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa). Dan siapa saja yang tidak berusaha mewujudkan Khalifah untuk dibaiatnya, apabila Khalifah belum ada; maka ia pun mati seperti itu juga, yaitu mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa). Sebab, hadits Rasulullah SAW tersebut datang dengan lafadz umum di dua tempat, yaitu lafadzman mâta (siapa saja yang meninggal)” dan lafadzbai’ah”. Lafadzman” adalah bentuk umum, sehingga meliputi setiap Muslim hingga hari kiamat. Sedangkan lafadzbai’ah” adalah nakirah dalam konteks peniadaan; maka itu pun umum meliputi baiat kepada Khalifah jika Khalifah ada, dan baiat kepada Khalifah yang diusahakan untuk diwujudkan jika Khalifah belum ada. Dalam semua keadaan ini, jika seorang Muslim meninggal sedang di pundaknya belum ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa). Sungguh hal ini menunjukkan besarnya dosa dalam perkara ini.

Para sahabat ridhwanullah ‘alaihim, mengerti betul perkara ini. Hal itu terbukti, mereka lebih sibuk membaiat Khalifah Rasulullah SAW dari pada memakankan jenazah Rasulullah SAW, padahal memakamkan jenazah hukumnya wajib. Para sahabat yakin bahwa kewajiban mengangkat Khalifah lebih utama dari kewajiban memakamkan jenazah. Rasulullah SAW wafat pada pagi hari Senin. Jenazah beliau belum juga dimakamkan hingga malam Selasa dan siang harinya, hingga selesainya kaum Muslim membaiat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, yaitu baiat in’iqat (pengangkatan) di Syaqifah, pada hari wafatnya Rasulullah SAW, dan baiat tha’at (ketaatan) di Masjid pada hari Selasa. Kemudian jenazah Rasulullah dimakamkan di tengah malam, pada malam Rabu. Artinya, pemakaman Rasulullah SAW ditangguhkan hingga dibaiatnya Abu Bakar dengan baiat in’iqat (pengangkatan) dan baiat tha’at (ketaatan). Ini menunjukkan pentingnya keberadaan Khalifah dan pembaiatannya.

Wahai para ulama yang mulia:

Sesungguhnya Islam tanpa negara mustahil diterapkan dengan sempurna. Sebab, hukum-hukumnya mustahil diterapkannya tanpa Kahlifah. Hudud tidak akan ditegakkan, fituhat tidak akan dijalankan, dan negeri-negeri Islam tidak akan terjaga kecuali dengan adanya seorang pemimpin (Khalifah). Sungguh, benar Rasulullah SAW dengan sabdanya:

«وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»

Sesungguhnya seorang pemimpian itu adalah perisai, di belakangnya orang-orang berperang, dan kepadanya orang-orang mencari perlindungan.” (HR. Bukhari-Muslim).

Sungguh, keberadaan Negara Islam begitu pentingnya di hadapan para sahabat ridhwanullah ‘alaihim. Ketika Amirul Mukminin, Umar bin Khattab mengumpulkan mereka, untuk membuat penanggalan hijriyah, mereka berdiskusi untuk menemukan peristiwa besar yang akan dijadikan permulaan penanggalan. Mereka menemukan tiga peristiwa besas, yaitu kelahiran Rasulullah SAW, waktu diutusnya Rasullah SAW, dan peristiwa hijrah. Ali berkata, hendaklah kita memulai penanggalan dari hijrahnya Rasulullah, sebab di dalamnya terdapat negara bagi kaum Muslim, dan kemuliakan mereka …. dan hal itu disetujui oleh semua sahabat. Padahal, kelahiran Rasulullah SAW juga merupakan peristiwa yang besar, begitu juga dengan diutusnya Rasulullah SAW. Namun, para sahabat lebih memilih peristiwa hijrah dan berdirinya Negara Islam untuk memulai penanggalan hijriyahnya.

Wahai para ulama yang mulia:

Sungguh, kami sadar betul…., bahwasannya Khilafah merupakan perkara utama kaum Muslim, bahkan menegakkannya merupakan kewajiban di atas kewajiban yang lain. Karena itu, Hizbut Tahrir berusa dengan sungguh-sunguh, tanpa kenal lelah, untuk menegakkan Khilafah. Dan sejak setengah abad yang lalu, Hizbut Tahrir dalam menjalankan aktivitas senantiasa dihadapkan pada berbagai pelecehan, penangkapan, pemenjaraan, dan penyiksaan, yang terjadi di berbagai negeri-negeri Islam. Akibatnya, tidak sedikit di antara syabab (aktivis) Hizbut Tahrir yang telah meraih kemuliaan sebagai syuhada. Meski demikian, Hizbut Tahrir tetap teguh menperjuangkan kebenaran, tidak sedikitpun merasa takut akan hinaan dan celaan orang yang hanya bisa menghina dan mencela. Dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan keyakinan yang jernih, maka dengan izin Allah SWT, Hizbut Tahrir akan terus berjuang, hingga Hizbut Tahrir sukses—dengan izin Allah—menjadikan Khilafah sebagai opini umum di sisi kaum Muslim, dan tuntutan yang membuat kaum Muslim bersemangat, meski di depannya berserakan beragam penyesatan dan makar yang ditebarkan oleh kaum Kafir dan para anteknya.

)وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ(

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” (TQS. Ibrahim [14] : 46)

Kemudian, Khilafah akan menjadi sebuah kenyataan yang terlihat jelas di depan mata Hizbut Tahrir. Sungguh, kami sangat berharap kepada Allah SWT agar memuliakan kami dengan menjadikan kami sebagai tentara Khilafah, orang-orang yang melaksanakan perintahnya, hingga kami benar-benar meraih kemenangan yang agung.

Wahai para ulama yang mulia:

Sungguh kami sangat menginginkan kebaikan untuk kami dan untuk saudara-saudara sekalian. Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Anas, dari Nabi SAW bersabda:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُ لِنَفْسِهِ»

Tidaklah beriman seseorang di antara Saudara, sehingga ia mencintai saudaranya yang lain, seperti ia menciatai dirinya sendiri.

Sungguh, kami sangat ingin saudara sekalian ikut berpartisipasi bersama kami meraih keutamaan yang agung ini, dengan beraktivitas untuk menegakkan Khilafah. Siapakah di antara para ulama yang kebaikannya melebihi seorang ulama yang melaksanakan kewajiban yang agung ini? Sungguh, seorang ulama yang bertakwa dan ikhlas, dialah yang lebih berhak terhadap urusan ini, dan tempatnya selalu di barisan terdepan dalam setiap kebaikkan. Untuk itu, kami tidak ingin hanya berkata kepada saudara seklian “Dukunglah kami, tolonglah kami, dan bantulah kami”. Tetapi dengan rasa hormat dan ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam, kami ingin berkata kepada saudara sekalian, lebih dari semua itu, yaitu “Beraktivitaslah bersama kami, dan bekerja samalah dengan kami, untuk kebaikkan ini”. Sungguh kami yakin dan percaya dengan bantuan dan pertolongan Allah, dan telah dekatnya waktu terbitnya kembali fajar Khilafah. Dan sesungguhnya, kemuliaan Islam dan kaum Muslim —dengan izin Allah— sudah tidak lama lagi. Sungguh, semua itu akan terwujud dengan izin Allah, sebagai bukti kebenaran atas apa yang telah dijanjikan Allah SWT kepada para hamba-Nya yang shaleh.

)وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ

قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَ

يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون(

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An-Nur [24] : 55)

Dan juga sebagai perwujudan atas kabar gembira dari Rasulullah SAW tentang kembalinya Khilafah, setelah berlalunya masa para penguasa diktator, di mana kita sedang berada saat ini. Imam Ahmad meriwayatkan dari jalan Hudzaifah bin al-Yamani yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ

عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ

مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا

جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى

مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ»

Akan ada fase kenabian di tengah-tengah Saudara. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.

Terakhir, sungguh dengan hati tulus dan ikhlas kami memohon kepada Allah SWT untuk kebaikkan muktamar saudara sekalian ini. Semoga muktamar ini menjadi pengantar terbitnya fajar Khilafah, sehingga seluruh dunia diterangi oleh kemuliaan dan kekuatan kaum Muslim. Dan umat Islam kembali lagi menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dan negara mereka menjadi negara nomor satu lagi di dunia, yang membawa kebaikan dan berkah, hukum dan keadilan, industri dan ilmu pengetahuan, serta stabilitas dan keamanan.

)وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ. بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ(

Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (TQS. Ar-Rum [30] : 4-5)

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

28 Rajab 1430 H.

21 Juli 2009 M.

Demam Nyontreng di BPN Magelang

Pileg sudah usai. Pilpres sudah berlalu. Siapa saja yg bakal mewakili suara anda, sudah anda tentukan. Amanah atau tidak, jujur atau tidak, mampu mewakili aspirasi anda atau tidak, semua sudah berlalu. Kalau mau mengubah keputusan anda, tunggu 5 tahun lagi. 5 tahun lagi, mereka membutuhkan suara anda. 5 tahun lagi, anda menggenggam kedaulatan di negeri ini. 5 tahun lagi, saat anda bakal dininabobokkan oleh janji.

wow.. serius amat, nih.. hehehe.. :p nggak papa. itung2 muhasabah 5 tahunan.

Bay de wey, akhir-akhir ini di lingkungan kantor pertanahan BPN Kab magelang juga lagi digalakken demam nyontreng. Tentu saja, ini masih ada kaitannya dengan implementasi ILC (Integrated Land Computerization)  sebagai software kontrol atas LOC IIB yg sdh ada. Setiap berkas yang diterima harus segera dicontreng, sebagai pelengkap dokumen ekspedisi.

Berbeda dengan anjuran KPU, di sini nyontreng boleh lebih dari 1 kali, n boleh memilih lebih dari 1 berkas. Tergantung kondisi. Sangat dianjurken untuk tidak golput (emangnya piye caranya golput? :p) dan setiap staf diharapkan ikut menyukseskan acara contreng menyontreng ini.

How Much is My Website Worth?

Bagi para blogger, mungkin banyak yg penasaran, berapa sih webblognya dihargai orang? Contohnya saya. Lihat di bagian kiri bawah (kalo blm diedit posisinya), tertera nilai 500-an dolar, dll.

Sebenarnya, tiap “juri” memiliki kriteria yang teknisnya berbeda-beda, walaupun prinsipnya sama. Bhinneka Tunggal Ika, tan hana dharma mangrwa, begitu menurut para pujangga Jawa Kuno.

Prinsip penilaian adalah :

1. Publicity available information.

2. Traffic level.

3. Possible income source.

4. Resale value.

Begitchu teman-teman.

Yang menarik adalah, perbedaan penilaian masing-masing juri bisa sangat njomplang, untuk satu website yang sama. Contohnya, ya website ini. Menurut http://www.business-opportunities.biz/projects/how-much-is-your-blog-worth/ nilainya sekitar USD 564.54 (wow lumayan tuh. kalo ada yg berminat saya jual, deh.. diskon 25%. ntar bikin lagi :D). Menurut http://directory.sootle.com/website-worth/ nilainya USD 181. Menurut http://www.websitevaluecalculator.com/ nilainya USD 78.

Jadi, total kalau dihitung-hitung jumlahnya sekitar 800-an dolar 😀

Menurut Anda, bagaimana? Kalo menurut saya sih, it’s priceless (entah nggak berharga sama sekali, entah tak ternilai harganya :D)

Link Favorit : SMS Gratis !

Sebenarnya saya ragu, mau kirim post ini. Setelah saya ngutak-atik HP dan prosedur pengiriman SMS, akhirnya saya nemu cara ngirim SMS gratis. Beneran, GRATIS! Setelah menimbang2, untung ruginya provider seluler, untung ruginya kita sebagai user, akhirnya saya buka semua di sini.

“Sebenarnya bukan gratis menurut asumsi masyarakat,” demikian saya mengutip ucapan Pak Bambang Sudibyo, Mendiknas kita. Yg ini juga bukan gratis versi asumsi Anda, melainkan gratis menurut asumsi saya. 😀

Ada 2 cara.

Yang pertama adalah pake “FREN”. Caranya, pasang tampang memelas dan datangi fren Anda. Bilang aja, “Fren, gw butuh bgt mau ngehubungi si … Tp gw gk punya pulsa, dompet kering. Fren, pliss.. tolongin gw pinjem hp lu ya?”

Yg ini sebenarnya g gratis, karena Anda harus berkorban perasaan n gak tahu malu.

Apa? Cara kuno? OK, yg di atas cuman joke aja :D. Yg sbenarnya adalah yg tersebut di bawah ini.

Yg kedua ini, caranya mudah saja. Cukup ketikkan di browser anda, aplikasi pengiriman sms gratis, misalnya : http://www.freesms4us.com. Kirim deh.. Tp jgn mentang2 gratis, trus sepuasnya lho.. N jgn lupa kirim terima kasih sama si empunya website (n kepada saya jg :D) Yg ini jg nggk gratis bgt, karena mesti konek Internet, to?

Khusus pengguna INDOSAT, bisa lwt alamat : http://www.sms-anda.com

Ada komentar?

ILC (Integrated Land Computerization) Kantor Pertanahan Kab Magelang

Penerapan LOC (Land Office Computerization) Phase II B secara seragam dan serempak pada Kantor Pertanahan se-Indonesia (bener gak, ya?) pada Desember 2008 – Januari 2009 yang lalu menimbulkan semangat baru dalam transparansi  layanan (dan sekaligus keresahan di kalangan pegawai Pertanahan, karena harus mempelajari sistem baru). Meskipun terasa agak dipaksakan, the show must go on. Sim salabim, SAS berubah menjadi LOC II B.

Seperti biasa, perubahan sistem selalu membawa konsekuensi, baik yang diharapkan (semakin cepat, semakin baik.. ups bukan kampanye lho.., semakin terstruktur, semakin njelimet :D, dll), juga konsekuensi yg tidak diharapkan. Biasa, pegawai yg sudah kadung familier dengan sistem yang lama, merasa terbebani harus memfamilierkan diri dengan sistem baru.

Dalam rangka mensukseskan migrasi sistem SAS ke LOC II B, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang, Bp. Edi Sulistyanto memiliki gagasan yang menarik.

“Piye mas, kalau dibuatkan software mandiri yang memantau kinerja karyawan dalam penerapan sistem LOC II B, sekaligus untuk pelaporan dan kendali mutu..?” demikian usul Bp. Edi.

Demikianlah, akhirnya saya dan tim, mulai ngoprek database LOC II B yang lumayan rumit dan mbulet, untuk membuat software yang prinsip (awal)-nya ada 3 fungsi :

1. Pemantauan Kinerja

2. Pelaporan

3. Kendali Mutu

Hari berganti hari,  minggu berganti minggu, pekerjaan yang melelahkan itu mulai membuahkan hasil. ILC, demikian kami memberinya nama. Nama ILC sendiri adalah sedikit joke atas LOC, yang (secara dipaksakan) adalah : Integrated Land Computerization. Komputerisasi Sistem Pertanahan yang Terpadu. Sebagai dasar awalnya adalah 3 fungsi di atas, dan nantinya bakal terpadu dengan sistem yang lain, bukan hanya LOC.

Screenshot ILC

Screenshot ILC

Alhamdulillah, tanggapan dan support dari Pak Edi dan para staf (Pak Murih Adi, dan lain-lain) sungguh luar biasa, sehingga kami juga merasa bangga, software ILC diterapkan secara resmi di Kantor Pertanahan Kab Magelang. ILC versi 1.0. Varian yang hampir sama juga diterapkan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, atas permintaan Bp. Ken Permana. Namanya adalah Sistem Pertanahan Terpadu (SPT) versi 1.0, dengan fungsi dan fitur yang hampir sama.

Tentunya software ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, namun kami bertekad untuk terus menyempurnakannya.

Komentar-komentar Seputar Tragedi Pengeboman JW Marriott dan Ritz Carlton 17 Juli 2009

Terjadinya tragedi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton (juga Muara Angke) pada tanggal 17 Juli 2009 kemarin, semestinya mengharukan dan membuat trenyuh hati nurani kita. Namun, saya mencatat beberapa (banyak?) komentar yang saya rasa kurang manusiawi, terutama yg saya amati dari Facebook teman-teman saya, maupun dari mailist yang saya ikuti.

1. Main tuduh. Bukti-bukti belum jelas, bahkan pihak kepolisian selaku pihak penyelidik belum memberikan pernyataan resmi, pihak mana yang melakukan terorisme ini. Namun banyak sekali pihak yang sudah menuduh sana-menuduh sini (yang menurut saya belum jelas terbukti kebenarannya, alias main fitnah). Tidak tanggung-tanggung, bahkan presiden SBY sendiri-pun ikut menuduh bahwa terorisme ini terkait dengan sengketa Pemilu. Sayangnya, sikap kurang terpuji ini banyak diamini oleh rakyatnya.

Pihak-pihak yang paling banyak dituduh adalah :

– Kelompok politik tertentu, yang tidak puas dengan hasil pemilu.

– Kelompok terorisme agama garis keras. (Silakan ambil kesimpulan sendiri, agama mana yang dimaksud).

2. Bercanda dan main-main. Ada yang mengatakan “Petasan lebaran yg meledak duluan”, dll. Yang parah, ada yang bercanda gembira dengan kemenangan WO PSSI atas MU yang batal digelar. Yang paling banyak jadi bahan gurauan adalah batalnya MU main di Indonesia.

Terus terang, yang kedua ini yg paling menyesakkan hati saya. Entah kabur ke mana nurani mereka, bisa-bisanya di tengah musibah seperti ini malah ditanggapi dengan canda gurau. Kenapa ya, banyak yg nggak bisa berempati kepada mereka yang menjadi korban atas musibah ini. Kayaknya banyak yg senang melihat penderitaan orang lain.

Namun demikian, saya juga mencatat beberapa menunjukkan pendekatan empati yang sangat bagus.

3. Cuek dan nggak peduli. Entah nggak tahu kejadiannya, entah nggak tahu harus nulis apa.

Bagaimana pendapat Anda?

Pernyataan Presiden SBY Mengenai Tragedi Peledakan Bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009

Berikut pernyataan lengkap SBY:

Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua,
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin,

Saudara-saudara, rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia.

Aksi yang tidak berperi kemanusiaan ini, juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini atas nama negara dan pemerintahan dan selaku pribadi, maka bagi para keluarga yang ditinggalkan saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban, hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saudara-saudara, aksi pemboman yang keji dan tidak berperikemanusiaan ini serta tidak bertanggungjawab ini, terjadi ketika baru saja bangsa Indonesia melakukan pemungutan suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu. Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini, juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tepat, aman, tenang dan damai, dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilu 2009 ini kita semua segera bersatu, membangun kembali negara kita, untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Terus terang juga, aksi pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elit disertai sebagaimana yang saya ikuti setiap hari, ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan yang itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu.

Saudara-saudara saya yakin, hampir semua diantara kita merasa prihatin, berduka, prihatin, dan menangis dalam hati, seperti yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkara murkaan. Mereka segelintir orang itu tidak memilki rasa kemanusiaan dan tidak perduli dengan kehancuran negara kita, akibat aksi teror ini yang dampaknya luas bagi ekonomi kita iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra kita dimata dunia dan lain-lain lagi.

Saat ini saudara-saudara disamping kita pemerintah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk merawat saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam aksi pemboman ini investigasi juga tengah dilakukan. Saya telah menerima laporan awal dari investigasi yang sedang berlangsung ini. Setelah saya menerima laporan awal, saya telah menginstruksikan kepada Polri, Badan Intelejen Negara, dan badan lembaga-lembaga lain terkait untuk melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh serta mengadili pelaku-pelakunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Saya yakin sebagaimana yang dapat kita ungkapkan diwaktu yang lalu, para pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan dapat kita tangkap dan akan kita adili secara hukum. Saya juga menginstruksikan kepada para penegak hukum untuk juga mengadili siapa saja yang terlibat dalam aksi terorisme ini, siapapun dia, apapun status dan latar belakang
politiknya.

Pagi ini saya mendapat banyak sekali pertanyaan, atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada saya. Yang berteori paling tidak mencemaskan, kalau aksi teror ini berkaitan dengan hasil pemilihan Presiden sekarang ini. Saya meresponnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan main duga begitu saja, semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan negara demokrasi. Oleh karena itu norma hukum dan norma demokrasi harus betul-betul kita tegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersalah secara hukum, baru kita bisa mengatakan yang bersangkutan salah.

Saya harus mengatakan untuk yang pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan
Presiden dan pemillihan Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah intelegen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun kita pantau dan kita ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran, dijadikan lisan tembak.

Saya tunjukkan, ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih menembak (sambil menunjukkan foto-foto yang didapat dari badan intelegen). Dua orang menembak pistol. Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya, dan banyak lagi. Ini intelegen, ada rekaman videonya, ada rekaman gambarnya, bukan fitnah bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat yang lalu.

Masih berkaitan dengan intelegen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini intelegen bukan rumah bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu.

Dan puluhan intelegen lain yang sekarang berada di pihak yang berwenang, tadi pagi terus terang sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi, Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril, masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman setiap saat bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik. Tetapi tentu hidup dan mati tentu di tangan Allah SWT, tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya, untuk rakyat untuk negara ini. Dan karena pengaman Presiden itu berada di pundak TNI saya yakin TNI telah mengambil langkah-langkah seperlunya.

Terhadap semua intelegen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman hari ini atau tidak terkait, saya menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugasnya dengan benar, objectif tegas dan dapat dipertanggungjawabkan, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait ancaman-ancaman yang tadi itu, dengan aksi pemboman hari ini, tetaplah harus dicegah, harus dihentikan, karena anarki, tindakan kekerasan, pengrusakan, tindakan melawan hukum bukan karakter demokrasi, bukan karakter negara hukum. Sangat jelas, atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, mengutuk keras aksi teror yang keji ini, saya juga sangat-sangat prihatin dengan kejadian ini.

Barangkali atau biasanya dalam keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang kurang berani menyampaikan kecaman dan kutukannya, barangkali karena pertimbangan politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu, karena demikian amanah saya sebagai Kepala Negara.

Mengapa saya sangat-sangat prihatin? Pertama, saudara tahu lima tahun terakhir ini ekonomim kita tumbuh dengan baik, dunia usaha, kepariwisataan, swasembada pangan, investasi, perdagangan, sektor riil semua bergerak, meskipun kita menghadapi krisis-krisis global yang datang silih berganti. Yang kedua satu minggu terakhir ini saja, nilai saham kita menguat tajam, nilai tukar rupiah juga menguat. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat kita sesungguhnya secara bertahap terus juga meningkat, termasuk dapat dilaksanakannya program-program penanggulangan kemiskinan, program-program pengurangan pengangguran atau yang sering saya sebut dengan program pro rakyat.

Semua itu terjadi saudara-saudara, karena tahun-tahun terakhir ini negara kita benar-benar aman dan damai. Sehingga disamping ekonomi tumbuh, rakyat kita diseluruh pelosok Tanah Air, bisa bekerja, bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang, bebas dari rasa ketakutan. Sementara itu citra kita di mata dunia tahun-tahun terakhir ini juga makin meningkat, karena dunia menilai negara kita makin aman, tertib dan damai. Negara kita memiliki kehidupan demokrasi yang makin mekar, serta penghormatan kepada Hak Azasi Manusia yang makin baik, negara yang ekonominya juga tumbuh, dan negara yang berperan dalam percaturan global. Bahkan, ini yang sangat memilukan, sebenarnya kalau tidak ada kejadian ini, klub Sepak bola terkenal di dunia, Manchaster United, berencana untuk bermain di Jakarta.

(SBY kemudian terdiam lama)

Saudara-saudara dengan aksi-aksi teror yang keji dan tidak bertanggungjawab ini, apa yang kita bangun hampir lima tahun terakhir
ini, oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia, lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran. Lagi-lagi dampak buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus mereka-mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu.

Oleh karena itu, kebenaran dan keadilan, serta tegakknya hukum harus diwujudkan. Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman ini, berikut otak dan penggeraknya ataupun kejahatan-kejahatan lain yang mungkin atau dapat terjadi di negeri kita sekarang ini.

Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya minta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi teror. Dan kemudian yang lebih penting lagi, para penegak hukum harus betul-betul mencari, menangkap dan mengadili para pelaku, para penggerak, dan otak dibelakang kekerasan ini.

Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita.

Agar tugas untuk mencegah dan memberantas terorisme ini serta kejahatan-kejahatan yang lain dapat dilaksanakan dengan baik, intelegen harus benar-benar tajam. Pencegahan harus benar-benar efektif. Polri, BIN, TNI harus benar-benar bersinergi sikap lengah dan menganggap ringan sesuatu harus dibuang jauh-jauh. Ini amanah kita kepada rakyat, kepada negara.

Kepada rakyat Indonesia seraya juga meningkatkan kewaspadaan tetaplah menjalankan provesi dan kehidupan saudara secara normal. Jika ada keganjilan, segera beritahu Polri. Jangan biarkan kaum teroris beserta otaknya berkeliaran di sekeliling saudara. Saudarapun bisa menjadi korban setiap saat manakala kaum teroris itu dibiarkan merancang lagi aksi-aksi terornya di negeri kita ini. Selanjutnya kedepan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, seluruh komponen bangsa, untuk marilah kita lebih bersatu dan menjaga keamanan dan perdamaian di negeri ini.

Bangsa manapun, agama apapun, kita semua tidak membenarkan terorisme, apapun motif dan alasannya. Jangan ragu-ragu, jangan setengah hati, dan jangan takut, untuk mencegah dan memberantas terorisme. Sementara itu aksi teror yang terjadi hari ini jangan pula menghalangi semangat dan upaya kita untuk membangun dan memajukan negara kita ini. Kita terus berjuang dan membikin lebih baik, demokrasi dan penghormatan HAM lebih baik, penegakan hukum, pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.

Memang ada kerusakan akibat aksi terorisme hari ini, mari bersama-sama kita perbaiki dan kemudian mari kita terus bangkit dan maju kembali. Kita bangsa, negara, rakyat tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme. Tidak boleh membiarkan kekerasan, ektrimitas dan kejahatan-kejahatan lain, terus tumbuh di negeri ini. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT akan melindungi kehidupan bangsa Indonesia. Dan dengan memohon ridha Allah, SWT saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, saya akan terus berada di depan, untuk menghadapi ancaman dan tangangan ini, serta untuk mengemban tugas yang berat namun mulia ini.

Demikian pernyataan saya, terimakasih, Wassalamualaikum Wr Wb.

Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/76056-versi_lengkap_pidato_sby_soal_ledakan_bom