Situs FFI (Faith Freedom International)

Pindahan dari http://azizahmad.wordpress.com .. tanggal 6 Juni 2007

Tadi sempat lihat2 ke website http://www.indonesia.faithfreedom.org – Faith Freedom International (FFI).

Membayangkan namanya, semula saya berharap akan menemukan diskusi-diskusi ilmiah yang sehat, dengan saling beradu argumen. Bukankah diskusi dilakukan dalam rangka mencari kebenaran? Artinya kedua pihak bersedia menerima argumen2 yang dikemukakan lawannya jika ternyata argumen itu logis, atau mematahkan argumen tersebut dengan ilmiah.

Harapan saya sama sekali patah. Sama sekali nggak saya temukan diskusi ilmiah, melainkan debat kusir yang kampungan dan jorok.

Juga, semestinya diskusi faith-freedom dilakukan dengan berimbang, meninggalkan prasangka2, stigma2, maupun stereotip2 kelompok faith tertentu. Tapi yang saya temukan ternyata HANYA anti-Islam. Mestinya alamat URL-nya diganti http://www.anti-islam.org atau yang lain yang lebih pas dengan isinya. Vulgar banget kebencian yang mereka tampakkan kepada Islam.

Kalo saya sendiri males nanggapi debat seperti itu. Capek, buang2 tenaga, waktu, dan pikiran. Toh yang mereka cari bukan kebenaran, melainkan hanya sekedar melampiaskan kekesalan dan kebencian mereka pada Islam. Mungkin mereka pernah disakiti oleh tetangganya atau kerabatnya yang Islam, jadinya kebawa2 jadi benci Islam.

Jauh lebih enak kalo diskusi dengan orang orientalis – barat. Ilmu mereka tentang Islam luas, namun kebanyakan mereka masih MAU dan MAMPU berfikir. Kalo pertanyaan2 dan argumen2 mereka bisa kita jawab (meskipun itu sangat sulit, karena kaum orientalis biasanya benar2 paham tentang Islam), mereka akan mengakui kebenaran.

Mengikuti debat ini, diam-diam, saya jadi merinding ngeri. Di Indonesia yang mereka minoritas saja, mereka berani berbuat seperti itu. Apalagi kalo mereka mayoritas?? Mungkinkah bakal terjadi tragedi inkuisisi spanyol versi Indonesia? Di jaman modern begini?

NaudzubiLlah.

3 thoughts on “Situs FFI (Faith Freedom International)

  1. Komen2 yg sudah masuk di blog lama :
    Comments

    erzal – November 7, 2007
    pendapat anda betul 100 %. !!!, mereka orang2 tolol yg sok tahu tentang islam !!!, pembohong dan penyebar fitnah………

    michaeljubel – April 12, 2008
    “Di Indonesia yang mereka minoritas saja, mereka berani berbuat seperti itu.”

    jangan menggeneralisasi lho mas.. mereka ya mereka.. umat yang minoritas ya umat yang minoritas.. gak enak lho digeneralisasi..

    salam damai.

    nadji – May 1, 2008
    arrrgh……
    Coba yah kalo mereka gak ngeliat / belajar dari masyarakat Bali!!
    Mrka tuh panganut hindu yang fanatik tapi santun dan mereka yang menuhankan berhala pun masih menjunjung tinggi nilai2 kerukunan…
    arrrgh……
    Sungguh saya jadi semakin rindu padamu ya Rasul…
    I luv Muhammad.saw…
    andai beliau masih ada…
    Al ma’shum…
    Rindu penganutmu ya Rasul…

    masbadar – June 17, 2008
    aslmkm..
    pikiran yg sama mas aziz..
    saya beberapa kali mengamati postingan di sana, ah gak ada mutunya..
    makin menunjukan siapa mereka sebenarnya..tidak ada selain memperkuat cinta kita terhadap islam ini.

    mereka begitu karena sedikit, sama2 merasa punya dendam dan keirian yg sama terhadap islam di Indonesia ini. Saya harap sih pemerintah segera bertindak demi keamanan dan ketertiban bermasyarakat dan beragama di indonesia.

    Ah..gak perlu merinding melihat kekonyolan mereka. Kalopun mereka banyak dan mayoritas, pasti mereka juga akan sibuk saling memakan satu sama lain, lihat aja negara2 tempat paham mereka mayoritas.

    Hanya perlu sedikit pendidikan intelektual bagi mereka agar mau berdialog secara jentle di forum2 nyata yg terbuka, misalnya di kampus. Sayang mereka emang udah keburu takut setengah mati sama islam dan ummatnya.

    Udahlah, sekarang bagaimana kita belajar dan terus memperbaiki diri dengan keislaman kita, gali ilmu terus dgn sabar, amalkan dgn sabar, sebarkan sesuai kemampuan dgn sabar pula.

    @erzal : semoga mereka mendapat petunjuk, sehingga menemukan jalan hidup yang benar.

    @michaeljubel : saya nggak menggeneralisir, yang saya kritik adalah mereka yang berpartisipasi di FFI, dan tidak menghargai kami sebagai umat Islam.

    @nadji : betul. fanatik dan fundamentalis tidak harus disebut sebagai non-toleran.

    @masbadar : setuju.

  2. Interview Request

    Hello Dear and Respected,
    I hope you are fine and carrying on the great work you have been doing for the Internet surfers. I am Ghazala Khan from The Pakistani Spectator (TPS), We at TPS throw a candid look on everything happening in and for Pakistan in the world. We are trying to contribute our humble share in the webosphere. Our aim is to foster peace, progress and harmony with passion.

    We at TPS are carrying out a new series of interviews with the notable passionate bloggers, writers, and webmasters. In that regard, we would like to interview you, if you don’t mind. Please send us your approval for your interview at my email address “ghazala.khi at gmail.com”, so that I could send you the Interview questions. We would be extremely grateful.

    regards.

    Ghazala Khan
    The Pakistani Spectator
    http://www.pakspectator.com

  3. Dear brothers and sisters in islam:

    Kita hidup di negara kafir dan setiap hari kita harus bertemu dengan kafirun yang mengkritik Islam dan nabi kita, dan mereka ingin mendebat kita. Di sebuah negara Islam, jika seseorang ingin melakukan hal tersebut, yang harus kita lakukan hanyalah meneriakkan dengan kencang apa yang ia katakan dan ia akan dikeroyok oleh orang-orang yang marah.

    Pengkritik itu akan dibunuh secepatnya tanpa melalui pengadilan. Habis perkara. Namun di sini, kita tidak memiliki kemewahan tersebut. Insya Aulloh dalam waktu dekat ini, (muslim mulai bermimpi) setelah jumlah kita bertambah dengan masuknya orang-orang bodoh dan kriminal dalam penjara ke Islam, masuknya imigran legal dan ilegal, dan melalui banyaknya anak-anak kita, insya Aulloh kita akan menjadi mayoritas dan tidak akan menghadapi masalah ini lagi dalam keseharian kita. Namun, untuk sementara waktu sebelum masa itu tiba, berikut ini adalah sebuah pendekatan yang dapat digunakan semua muslim dan muslimah ketika menghadapi kafirun hama pengganggu. Jazakallah Khair. Insya auwloh manusia-manusia hina itu akan pergi darimu.

    Sebuah pertanyaan yang populer adalah: “Mengapa Islam menyerukan kematian bagi kritikus Islam dan para murtadin?” Tegaskan bahwa info mereka adalah salah. Kutip ayat “..untukmu agamamu dan untukku agamaku”.

    Untuk menjawab “Islam disebarkan lewat pedang”, katakan jika hal itu adalah kebohongan besar yang disebarkan oleh Kristen sayap kanan, neo Yahudi, dan kafir Hindu, dan kemudian kutip ayat Quran: “..tidak ada paksaan dalam agama (Islam)”.

    Jika fatwa jihad Bin Laden tahun 1998 yang juga ditandatangani oleh ulama-ulama top muslim yang menyerukan muslim “..untuk membunuh orang Amerika di manapun mereka berada” dikutip oleh kafirun, katakan bahwa mereka (Bin Laden dan para ulama tsb) telah membajak agama Islam yang penuh damai, dan kemudian kutip ayat 5:32 “..membunuh satu orang yang tidak berdosa adalah seperti membunuh semua manusia.”

    Jika kafirun memberikan respon dengan mengutip ayat-ayat kekerasan dalam Quran, tuduh mereka dengan mengatakan bahwa mereka mengutip ayat sepotong-sepotong di luar konteks hanya untuk mendukung konsep mereka.

    Jika ia kemudian mengutip seluruh ayat, ayat sebelum dan sesudahnya, maka tuduhlah bahwa terjemahan Quran mereka adalah salah. Jika kafirun membawa 10 bahasa terjemahan berbeda, katakan bahwa arti yang benar hanya dapat dimengerti dalam bahasa Arab.

    Jika kafirun mengerti bahasa Arab dengan baik, maka paksa mereka bahwa ayat-ayat tersebut tidak dapat diartikan secara tersurat / literal, melainkan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki makna-makna alegoris yang tersirat.

    Jika kafirun tidak mau menyerah, katakan bahwa anda tidak dapat mengerti ayat-ayat tersebut tanpa membaca terlebih dulu konteks ayat tersebut melalui hadits dan sirah.

    Jika kafirun membawa hadits dan sirah, dan mulai mengutip konteks / latar belakang dari ayat-ayat kekerasan dengan merujuk pada hadits yang menceritakan pemerkosaan oleh nabi, perampokan, pembunuhan, dan pemusnahan suatu golongan bangsa, maka katakan bahwa “semua hadits dan sirah adalah palsu dan sesat, satu-satunya kebenaran hanyalah Quran.”

    Jika mereka menanyakan mengapa anda meragukan sejarah yang di-riwayatkan oleh sarjana-sarjana muslim seperti Imam Tabari, Ishaq, dan Bukhari, kayakan bahwa mereka sebenarnya adalah Yahudi yang menyamar sebagai muslim.

    Jika kafirun mengatakan bahwa Quran adalah buku buatan muslim dan meminta bukti atas kesucian Quran, maka rujuklah kepada sains dalam Quran dan buku yang ditulis oleh Dr. Bucaile yang menegaskan sains dalam Quran. Anda juga dapat mengatakan bahwa Mahatma Gandhi membaca Quran tiap hari dan juga memujinya (Quran).

    Jika kafirun mengatakan bahwa Bucaile dibayar oleh Arab Saudi dan bahwa Bucaile dan Gandhi tidak pernah pindah agama ke Islam, dan bahwa Bucaile telah ditantang dan dibuktikan salah oleh banyak ahli, maka tantang balik kafirun tersebut untuk berdebat dengan ahli-ahli Islam seperti Zakir Naik..

    Jika kafirun pengganggu masih ada di situ, maka segera ganti topik pembicaraan dan temukan kesalahan dalam agama lain dan kitab suci mereka. Jika kafirun masih meneruskan perdebatan, maka lakukan personal attacks, dan caci-maki dia dengan menyebutnya salibis rasis, pantat Yahudi, babi China, atau anjing Hindu.

    Jika itu tidak membuat kafirun frustrasi, maka tanyakan kepadanya berapa dia dibayar oleh Yahudi untuk mengotori Islam. Jika kafirun tidak berhenti mendebat, maka pergilah ke ibu dan saudarinya, dan gunakan bahasa yang cabul.

    Jika kafirun tersebut ternyata sangat keras kepala dan masih ingin untuk melanjutkan debat, maka kutuk dia, misal dengan mengatakan: “Terbakarlah di neraka”, atau “kamu akan menyesal pada hari kiamat”, atau “Auwloh akan menyiksamu dalam kuburanmu”, dsb.

    Ketika semua cara di atas gagal, ancam dia dengan kekerasan fisik dan akhiri perdebatan dengan sikap triumphalist yang sok menang dan umumkan bahwa anda telah memenangkan perdebatan karena Quran adalah firman Auwloh.

    Tentu saja, umumkan kemenangan debat anda sebanyak mungkin di website-website Islam populer, dan katakan bahwa anda telah memenangkan perdebatan dengan mudah. Pengumuman-pengumuman seperti itu akan memperkuat iman umat muslim dan untuk dakwah di penjara untuk meyakinkan narapidana ber-IQ rendah akan kebenaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s