Sholat Pakai Kaos

Seringkali saya melihat laki-laki sholat pakai kaos, baik T-Shirt atau Kaos Polo. Sebenarnya saya juga tidak berpendapat bahwa sholat mesti pakai jubah, namun cukuplah menutup aurat dan sopan.

Masalahnya, kalau pakai kaos seringkali tidak bisa menutup aurat. Pada saat berdiri, mungkin masih menutup aurat. Tapi saat lagi ruku’ atau (terutama saat) sujud, pantatnya (maaf) kelihatan.

Kurang lebih 4 minggu yang lalu, saya Jum’atan di masjid UII Jl Cik Di Tiro. Persis di depan saya seorang bapak-bapak yang sudah paruh baya, sholat jum’at pakai kaos. Sayangnya, kaos tidak dimasukkan, dan juga tidak mengenakan kaos dalam. Pas sujud, seperti yg sudah saya perkirakan, sebagian anggota tubuhnya bagian belakangnya kelihatan. Kesalahan yg sepele, namun kok rasanya cukup fatal.

Ingin saya menegurnya. Hal itu membuat saya kurang khusyu saat sholat. Namun selesai sholat, saya menunggu2 kesempatan, eh.. ternyata dzikirnya lama betul. Ya sudah, karena saya sudah selesai berdzikir, saya langsung pergi dari situ tanpa sempat memberitahunya.

Akhirnya, kesempatan yg bisa saya peroleh adalah lewat blog ini. Saudara2ku seiman, kalau lagi sholat dan terpaksa pakai kaos, tolong masukkan ujung kaos ke celana panjang/ sarung, supaya nggak mudah ketarik waktu sujud. Atau paling tidak, kaos dalamnya yg dimasukkan ke celana panjang/ sarung.

One thought on “Sholat Pakai Kaos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s