Selamat Datang di Catatan Pojok

Ahlan wa sahlan.. Welcome.. Youkoso Irassyaimase.. Selamat Datang.. Sugeng Rawuh..

Silakan menikmati posting-posting yang ada (kalo sudah ada). Maaf kalau saya termasuk makhluk yang jarang mengupdate blog, karena saya memang bukan seorang blogger yang baik. Kalau sempat, baru saya nulis.

Please, leave me your comments. Go-kansou o kaite kudasai. Mohon isi buku tamunya. OK.

Best Regards,

Mufti Aziz Ahmad

Belajar Bahasa Jepang (これ、それ、あれ、この、その、あの)

Uniknya Bahasa Jepang, adalah ada 3 kata tunjuk. Beda dgn Bahasa Indonesia, Inggris atau yang lain yang hanya punya 2, INI dan ITU, THIS dan THAT.

Kore (これ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang DEKAT dengan PEMBICARA. (sama dengan INI dlm Bahasa Indonesia)

Sore (それ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang JAUH dari PEMBICARA dan DEKAT dengan LAWAN BICARA.

Are (あれ) : digunakan untuk menunjuk sesuatu yang JAUH dari PEMBICARA dan LAWAN BICARA.

Contoh dalam kalimat :

Kore wa jisho desu.
これは辞書です。
Ini adalah kamus

Sore wa enpitsu kezuri desu.
それは鉛筆削りです。
Itu adalah peraut pensil.

Are wa kokuban desu.
あれは黒板です。
Itu adalah papan tulis.

Kono (この), Sono (その) dan Ano (あの) adalah kata tunjuk namun harus melekat pada kata benda. Misalnya : kono hon = buku ini, sono kaban = tas itu, ano hito = orang itu.

Contoh pada kalimat :

Kono hito wa Arif-san desu.
この人はアリフさんです。
Orang ini adalah pak Arif.

Sono kata wa sensei desu.
その方は先生です。
Orang itu (frasa hormat) adalah pak guru.

Ano tatemono wa ginkou desu.
あの建物は銀行です。
Gedung itu adalah Bank.

Vocab :

jisho = kamus
enpitsu = pensil
enpitsu kezuri = peraut pensil
kokuban = papan tulis
hito = orang
kata = orang (hormat)
tatemono = gedung/bangunan
ginkou = bank

Belajar Bahasa Jepang (私はインドネシアから来ました?)

Iseng2 nulis lagi tetang belajar Bahsa Jepang. Beberapa teman menanyakan apa bedanya :

私はインドネシアから来ました (Watashi wa Indonesia kara kimashita)

私はインドネシアに住んでいます (Watashi wa Indonesia ni sunde imasu)

Yang saya tulis di “Perkenalan dalam Bahasa Jepang“, saya menulis dengan pola pertama. Indonesia kara kimashita.

Apa sih bedanya?

私はインドネシアから来ました (Watashi wa Indonesia kara kimashita) berarti : Saya datang dari Indonesia.

私はインドネシアに住んでいます (Watashi wa Indonesia ni sunde imasu) berarti : Saya tinggal di Indonesia.

Secara harfiah sudah tau bedanya kan? Yang pertama diucapkan saat kita pergi ke suatu tempat dan memperkenalkan diri. Yang kedua diucapkan saat memperkenalkan diri tanpa pergi ke suatu tempat (bisa juga perkenalan secara Online)

Semoga bermanfaat

Fiqih ringkas Idul Adha dan Qurban. Semoga bermanfaat..

Kang Aswad

Idul Qurban atau Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Muslim yang ditetapkan oleh agama. Di hari tersebut, disyariatkan ibadah udhiyah atau dikenal dengan ibadah qurban, yaitu menyembelih hewan qurban dengan aturan tertentu, dalam rangka taqarrub kepada Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih” (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440)

Di hari itu juga disyariatkan bahkan dianjurkan untuk berbahagia dan bergembira ria. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu’anhu:

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم…

Lihat pos aslinya 2.050 kata lagi

Jangan mudah mengikuti emosi sesaat. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

BINTANG

 

Kisah ini bercerita tentang bagaimana tragedy ini terjadi antara seorang ibu yang bernama Siu Lan an anak perempuannya Lie Mei di sebuah desa kecil di China.  Siu Lan adalah seorang janda miskin yang memiliki seorang putri kecil yang berumur 7 tahun, yang diberinya nama Lie Mei.

 

Kemiskinan hidup mereka, memaksa ibu dan anak ini untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup mereka berdua. Hidup mereka penuh kekurangan, sehingga membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.  Maklum dikarena keseharian mereka disibukkan dengan membuat kue dan menjajakannya sepanjang hari.  Apalagi tempat tinggal mereka hanya disebuah desa kecil , sehingga hasil keuntungan dagangan kue merekapun juga sangat minim.

Di suatu ketika, pada musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Lalu, dia berpesan agar anaknya Lie Mei menunggu di rumah saja, karena…

Lihat pos aslinya 501 kata lagi

Kisah Burung yang Sehat & Burung yang Cacat

Syaqiiq al-Balkhi adalah teman Ibrahim bin Adham yang dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada tataran enggan untuk bekerja.

Penasaran dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya, “Apa sebenamya yang menyebabkan Anda bisa seperti ini?”

Syaqiiq menjawab, “Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya. Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rizki.

Maka aku duduk memperhatikannya dari jarak yang dekat. Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapinya.

Maka saya berkata dalam hati, “Dzat yang mengilhami burung sehat untuk menyantuni burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini pastilah berkuasa untuk memberiku rejeki di manapun aku berada.”

Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah.

Mendengar penuturan Syaqiiq tersebut Ibrahim berkata, “Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu? Mengapa Anda tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu? Bukankah itu lebih utama?

Bukankah Nabi bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?”

Sudah selayaknya bagi seorang mukmin memilih derajat yang paling tinggi dalam segala urusannya, sehingga dia bisa mencapai derajat orang yang berbakti”

Syaqiiq tersentak dengan pernyataan Ibrahim dan ia menyadari kekeliruannya dalam mengambil pelajaran. Serta merta diraihnya tangan Ibrahim dan dia cium tangan itu sambil berkata, “Sungguh. Anda adalah ustadzku, wahai Abu Ishaq (Ibrahim).”

(Tarikh Dimasyqi, Ibnu Asakir)

Sumber : ar-risalah No. 112 / Vol. X / 04 Syawal – Dzhulqa’dah 1431 H / Oktober 2010

Semoga bermanfaat..

Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi

Pengobatan IslamIlmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akan mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh.

Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat The Revival of the Religious Science, alGhazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.

Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.

Baca lebih lanjut

Satu Lagi Prestasi Kab Sarmi, Fasilitas Kesehatan Terbaik!

Selain 3 penghargaan yang diterima dari MURI, ada lagi prestasi kabupaten Sarmi yang pantas dibanggakan (dan wajib ditiru Kabupaten/ Kota lain se-Indonesia). Yaitu gelar fasilitas kesehatan terbaik.

Saya heran, kenapa program-program unggulan malah selalu datang dari wilayah minus ya? Beberapa tahun yang lalu, Kabupaten Jembrana menjadi Kabupaten percontohan, meskipun PAD-nya terendah se Bali.

Cek beritanya bro..

SARMI-Program kesehatan di Kabupaten Sarmi merupakan program kesehatan yang terbaik di Papua, bahkan di Indonesia. Pasalnya program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini memiliki keunggulan, yaitu Pemkab Sarmi menggunakan basis Puskesmas untuk pelayanan dasar sampai pelayanan medis spesialis.

Penilaian ini sebagaimana dilontarkan oleh dr. Alban Dien yang merupakan dokter spesialis (dokter ahli) bedah dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura di sela acara pelayanan dokter ahli dan peresmian Puskesmas Betaf Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, Senin (3/8) lalu.

“Di daerah ini, kita melakukan operasi sudah di tiga tempat, tapi semuanya di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dengan fasilitas kamar operasi komplit (lengkap). Di daerah lain tidak ada yang seperti ini,” tuturnya yang juga diiyakan oleh dr. Ita Urbani yang merupakan dokter ahli penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura.

“Saya pikir di Indonesia, satu-satunya Puskesmas yang mempunyai pelayanan spesialistik dan langsung melakukan operasi adalah di Kabupaten Sarmi. Saya sudah keliling ke berbagai daerah dan semuanya yang melakukan pelayanan seperti ini adalah di basis rumah sakit, bukan di Puskesmas. Jadi ini satu-satunya di Indonesia,” tegas dokter yang sudah mengabdi cukup lama di Papua ini.
Menurutnya, program pelayanan kesehatan ini perlu menjadi contoh bagi daerah-daerah yang punya jangkauan yang sulit. “Artinya dokter spesialisnya yang mobile (bergerak) ke Puskesmas-Puskesmas. Kalau di Papua, yang ada selama ini hanya mobile clinic, tapi hanya dokter umum yang melakukan pelayanan, dokter spesialisnya belum,” paparnya..

Untuk diketahui, pelayanan kesehatan sepesialistik yang telah dilakukan di tiga Puskesmas di Kabupaten Sarmi yaitu Puskesmas Sarmi, Puskesmas Bonggo dan Puskesmas Betaf ini antara lain pelayanan dokter spesialis (ahli) bedah, dokter ahli mata, dokter ahli penyakit dalam dan dokter ahli kebidanan.

Sementara Bupati Sarmi Drs. E. Fonataba, MM saat dimintai komentarnya terkait adanya penilaian bahwa program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini merupakan yang terbaik di Indonesia, pihaknya memilih bersikap merendah atas penilaian itu.

“Ini merupakan pergumulan, dimana waktu kita masih gabung dengan Kabupaten Jayapura, dulu ada dokter terbang. Setelah kita menjadi kabupaten definitif dan semua bisa dijangkau dengan jalan darat maka kita lengkapi Puskesmas dengan peralatan operasi (bedah) dan kita datangkan dokter spesialis. Jadi memang kalau menurut pak dokter seperti itu kami bersyukur,” ucap Fonataba yang cukup dekat dengan masyarakat ini.

Bupati menegaskan, program ini adalah untuk melayani masyarakat yang berada di kampung-kampung, baik pelayanan melalui bedah (operasi) maupun pelayanan kesehatan lainnya. “Porgram ini sudah dilaksanakan sejak 2007 dan dilaksanakan di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Sarmi, Bonggo dan Betaf. Memang ini menjadi program unggulan kita dengan mendatangkan dokter spesialis ke kampung-kampung seperti ini,” tandasnya.

Pihaknya berharap tidak hanya tiga Puskesmas, tetapi tahun depan, pelayanan yang sama sudah bisa dilakukan di Puskesmas Tor Atas dan tahun berikutnya lagi Puskesmas Pantai Barat, sehingga nanti akan ada lima Puskesmas yang bisa melaksanakan pelayanan dokter ahli maupun dokter umum.

Di samping pelayanan tiap hari yang dilakukan oleh Puskesmas, ada juga pelayanan oleh Puskesmas Pembantu (Pustu), kemudian setiap bulan ada pelayanan oleh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan ada juga pelayanan terhadap penyakit tertentu seperti TBC, Lepra. “Begitu juga untuk keadaan gawat darurat, bencana alam atau wabah penyakit dan mendatangkan dokter spesialis,” terangnya.

Ketujuh program pelayanan tersebut merupakan program inti untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pohon harapan atau cita-cita ke depan tidak ada orang di kabupaten ini yang tidak bisa diobati. “Ini secara bertahap dijawab melalui program-proram seperti ini,” tandasnya.

Kemudian selain program perawatan tersebut, sesungguhnya yang penting adalah program pencegahan agar tidak sakit. Misalnya tentang makanan yang bergizi dan lingkungan yang sehat. Himbauan tentang hal-hal ini perlu dibuat dalam bentuk stiker atau pamflet dan ditempel di rumah-rumah masyarakat, sehingga masa depan kabupaten ini di sektor kesehatan bisa mencapai harapan hidup yang tinggi,” pungkasnya.

Sumber inpo : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=45350