Catatan Pojok

Just my simple weblog

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘FFI’

Situs FFI (Faith Freedom International)

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 28 Juni 2008

Pindahan dari http://azizahmad.wordpress.com .. tanggal 6 Juni 2007

Tadi sempat lihat2 ke website http://www.indonesia.faithfreedom.org – Faith Freedom International (FFI).

Membayangkan namanya, semula saya berharap akan menemukan diskusi-diskusi ilmiah yang sehat, dengan saling beradu argumen. Bukankah diskusi dilakukan dalam rangka mencari kebenaran? Artinya kedua pihak bersedia menerima argumen2 yang dikemukakan lawannya jika ternyata argumen itu logis, atau mematahkan argumen tersebut dengan ilmiah.

Harapan saya sama sekali patah. Sama sekali nggak saya temukan diskusi ilmiah, melainkan debat kusir yang kampungan dan jorok.

Juga, semestinya diskusi faith-freedom dilakukan dengan berimbang, meninggalkan prasangka2, stigma2, maupun stereotip2 kelompok faith tertentu. Tapi yang saya temukan ternyata HANYA anti-Islam. Mestinya alamat URL-nya diganti http://www.anti-islam.org atau yang lain yang lebih pas dengan isinya. Vulgar banget kebencian yang mereka tampakkan kepada Islam.

Debat yang ada terbagi menjadi 2 kubu (seperti biasa), pihak Islam dan pihak anti-Islam. Sama-sama orang Indonesia.

Alhamdulillah, yang pihak Islam masih terlihat santun dan berargumen dengan baik (meskipun lama2 terpancing dan mulai mem-bego2-kan lawannya, hehehe :D ). Satu per satu pertanyaan dijawab dengan baik.

Alhamdulillah juga, pihak anti-Islam terlihat sangat buruk dalam berdebat, mengulang2 pertanyaan yang sudah dijawab, benar2 memperlihatkan ciri khas yang penuh kedengkian dan kebodohan. Nggak terstruktur, nggak ilmiah, ngomong jorok, misuh2, etc-lah, sesuai kapasitas IQ, EQ dan SQ mereka.

Namun, apapun yang diuraikan oleh pihak Islam, sama sekali nggak menyentuh mereka. Karena memang sejak awal, mereka berdebat BUKAN untuk mencari kebenaran. Misalnya, ngajak debat tentang gerakan2 shalat, padahal mereka nggak tau shalat itu seperti apa. Mereka menduga2, bahwa gerakan2 shalat itu diambil dari kebiasaan kaum pagan. etc-etc..

Kalo saya sendiri males nanggapi debat seperti itu. Capek, buang2 tenaga, waktu, dan pikiran. Toh yang mereka cari bukan kebenaran, melainkan hanya sekedar melampiaskan kekesalan dan kebencian mereka pada Islam. Mungkin mereka pernah disakiti oleh tetangganya atau kerabatnya yang Islam, jadinya kebawa2 jadi benci Islam. Ngga nalar, kan?

Jauh lebih enak kalo diskusi dengan orang orientalis – barat. Ilmu mereka tentang Islam luas, namun kebanyakan mereka masih MAU dan MAMPU berfikir. Kalo pertanyaan2 dan argumen2 mereka bisa kita jawab (meskipun itu sangat sulit, karena kaum orientalis biasanya benar2 paham tentang Islam), mereka akan mengakui kebenaran.

Mengikuti debat ini, diam-diam, saya jadi merinding ngeri. Di Indonesia yang mereka minoritas saja, mereka berani berbuat seperti itu. Apalagi kalo mereka mayoritas?? Mungkinkah bakal terjadi tragedi inkuisisi spanyol versi Indonesia? Di jaman modern begini?

NaudzubiLlah.

Ditulis dalam Islam - My way of Life | Bertanda: , , | 2 Komentar »