Catatan Pojok

Just my simple weblog

Arsip untuk September, 2009

Polemik Rutin Menjelang Idul Fitri, 1 Syawal 1430H

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 16 September 2009

Tak terasa, Ramadhan tahun ini akan segera berlalu. Bulan Syawal sudah di depan mata. Mudah2an amalan kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Bagi yg merasa amalannya kurang, segera lengkapi dengan zakat fitrah (yg merasa amalnya sdh cukup baik juga tetep wajib lho..), karena zakat fitrah dapat memperbaiki kekurangan amalan Puasa Ramadhan (kata pak Ustadz).

Yang ingin saya bahas di sini, adalah polemik tahunan yang selalu muncul menjelang idul fitri. Kapan sesungguhnya tanggal 1 Syawal?

Ada 2 metode yang umum dipakai di Indonesia, yaitu ru’yatul hilal (melihat bulan) dan hisab (perhitungan). Kalangan Muhammadiyah dan PERSIS menggunakan metode hisab, NU menggunakan metode ru’yah, sedangkan Pemerintah (Depag) biasanya melihat kalender yang sdh kadung tercetak (hehehe.. Belum pernah kayaknya Menteri Agama menetapkan Idul Fitri yang berbeda dengan kalender yg sdh tercetak).
Apa alasan masing2 metode?

1. Ru’yah. Metode ini secara leterlek mengamalkan Hadits Rasulullah, yang memang memerintahkan melihat bulan untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan.

Rasulullah bersabda yang artinya : “Janganlah kalian berpuasa sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Sya’ban menjadi 30 hari). Dan janganlah kalian berhenti berpuasa (Ramadhan) sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Ramadhan menjadi 30 hari)” [HR Abu Dawud dan An-Nasa'i dg sanad shahih].

Metode ini memang lebih sulit dan ribet, namun bagi para pendukungnya adalah metode yang benar dan dituntunkan Rasulullah.

2. Hisab. Metode ini menggunakan perhitungan matematis, sehingga dapat diperhitungkan dengan cepat dan (insyaAllah) akurat, kapan bulan baru muncul.

Secara syar’i, alasannya adalah kaidah “mempermudah”. Ru’yatul hilal atau melihat hilal secara langsung adalah pekerjaan yang sangat sulit sementara Islam adalah agama yang tidak berpandangan sempit.
Alasan2 lainnya adalah bahwa teknologi dan perhitungan matematis lebih akurat daripada pandangan mata manusia.

Bagi para pendukungnya, metode ini sudah sangat ideal. Dengan menggunakan teknologi yang sangat mutakhir, apa sulitnya menentukan posisi bulan? Hari gini, gitu loh.. Apalagi persatuan umat akan lebih mudah dijaga jika awal Ramadhan bisa serempak.

Bagi saya pribadi, mengingat dan mempertimbangkan bahwa puasa ramadhan adalah ibadah mahdhah yang semestinya tatacara dan aturannya mengikut kepada contoh Rasulullah, lebih cenderung mengikuti pendapat bahwa awal bulan mestinya ditentukan dengan ru’yah. Bagi saya, teks Al-Qur’an “Faman syahida minkumusysyahhra falyasumhu” dan teks Hadits memiliki kedudukan yang superior dibandingkan dengan kaidah. Kemajuan teknologi tidak akan pernah menggeser kedudukan Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum.

Trus, kalo ru’yat ‘kan susah? Misalnya di Arab Saudi sudah terlihat, belum tentu di Indonesia terlihat? Jadinya awal bulan syawal bisa beda2 dong! begitu kira-kira komplain yang muncul.

Sebenarnya, ada hadits yang menyebutkan bahwa jika satu penduduk suatu negeri melihat bulan, hendaklah mereka semua berpuasa meski yang lain mungkin belum melihatnya.
Ada juga riwayat lain bahwa Rasulullah pernah membatalkan puasanya, karena mendengar kabar bahwa di suatu negeri bulan telah wujud.

Kesimpulan, saya akan mengikuti ru’yah yang berhasil melihat bulan terlebih dahulu. Misalnya di Indonesia belum terlihat, namun di negara lain sudah terlihat, ya ngikut aja.. Ibadah puasa mestinya tidak disekat2 garis semu batas negara. Mendingan kuwalat sama pak Mentri Agama daripada kuwalat sama Rasulullah..

Ada pendapat lain?

Ditulis dalam Catatan Kecil, Islam - My way of Life | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Driver Printer Canon Pixma 1880

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 2 September 2009

Minggu kemarin laptop “si unyil” KO. Beberapa chipset mati dan terpaksa si laptop mendekam di tukang servis. Untung jadinya cepet. Seminggu sdh kelar. Yg lumayan repot adalah after service. Maksudnya, sy musti nginstall ulang macem-macem.
Kebetulan driver2 mainboard cs saya simpan di hardisk, jdnya lumayan tidak terlalu bermasalah. Yg repot adalah printer sy satu-satunya, Canon Pixma 1880 yg CD drivernya entah ngilang ke mana.
Nyari2, nanya2 mbah Google, eh.. dapatnya link jalan tol (alias berbea). Untunglah setelah gigih pantang menyerah nyari sana-sini, akhirnya nemu juga link ini :
Bagi yg punya printer Pixma 1800 series, catet, ya?
http://www.canon.com.hk/En/Consumer/Product/ProductDetail.aspx?product_id=100027&series_id=10027&tag_id=11744.

Ditulis dalam Catatan Kecil, Info Konsumen | Bertanda: , , , | Leave a Comment »