Catatan Pojok

Just my simple weblog

Selamat Datang di Catatan Pojok

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 28 Juni 2008

Ahlan wa sahlan.. Welcome.. Youkoso Irassyaimase.. Selamat Datang.. Sugeng Rawuh..

Silakan menikmati posting-posting yang ada (kalo sudah ada). Maaf kalau saya termasuk makhluk yang jarang mengupdate blog, karena saya memang bukan seorang blogger yang baik. Kalau sempat, baru saya nulis.

Please, leave me your comments. Go-kansou kaite kudasai. Mohon isi buku tamunya. OK.

Best Regards,

Mufti Aziz Ahmad

Ditulis dalam Catatan Kecil | Bertanda: | Leave a Comment »

Polemik Rutin Menjelang Idul Fitri, 1 Syawal 1430H

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 16 September 2009

Tak terasa, Ramadhan tahun ini akan segera berlalu. Bulan Syawal sudah di depan mata. Mudah2an amalan kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Bagi yg merasa amalannya kurang, segera lengkapi dengan zakat fitrah (yg merasa amalnya sdh cukup baik juga tetep wajib lho..), karena zakat fitrah dapat memperbaiki kekurangan amalan Puasa Ramadhan (kata pak Ustadz).

Yang ingin saya bahas di sini, adalah polemik tahunan yang selalu muncul menjelang idul fitri. Kapan sesungguhnya tanggal 1 Syawal?

Ada 2 metode yang umum dipakai di Indonesia, yaitu ru’yatul hilal (melihat bulan) dan hisab (perhitungan). Kalangan Muhammadiyah dan PERSIS menggunakan metode hisab, NU menggunakan metode ru’yah, sedangkan Pemerintah (Depag) biasanya melihat kalender yang sdh kadung tercetak (hehehe.. Belum pernah kayaknya Menteri Agama menetapkan Idul Fitri yang berbeda dengan kalender yg sdh tercetak).
Apa alasan masing2 metode?

1. Ru’yah. Metode ini secara leterlek mengamalkan Hadits Rasulullah, yang memang memerintahkan melihat bulan untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan.

Rasulullah bersabda yang artinya : “Janganlah kalian berpuasa sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Sya’ban menjadi 30 hari). Dan janganlah kalian berhenti berpuasa (Ramadhan) sebelum kalian melihat hilal atau kalian sempurnakan (bulan Ramadhan menjadi 30 hari)” [HR Abu Dawud dan An-Nasa'i dg sanad shahih].

Metode ini memang lebih sulit dan ribet, namun bagi para pendukungnya adalah metode yang benar dan dituntunkan Rasulullah.

2. Hisab. Metode ini menggunakan perhitungan matematis, sehingga dapat diperhitungkan dengan cepat dan (insyaAllah) akurat, kapan bulan baru muncul.

Secara syar’i, alasannya adalah kaidah “mempermudah”. Ru’yatul hilal atau melihat hilal secara langsung adalah pekerjaan yang sangat sulit sementara Islam adalah agama yang tidak berpandangan sempit.
Alasan2 lainnya adalah bahwa teknologi dan perhitungan matematis lebih akurat daripada pandangan mata manusia.

Bagi para pendukungnya, metode ini sudah sangat ideal. Dengan menggunakan teknologi yang sangat mutakhir, apa sulitnya menentukan posisi bulan? Hari gini, gitu loh.. Apalagi persatuan umat akan lebih mudah dijaga jika awal Ramadhan bisa serempak.

Bagi saya pribadi, mengingat dan mempertimbangkan bahwa puasa ramadhan adalah ibadah mahdhah yang semestinya tatacara dan aturannya mengikut kepada contoh Rasulullah, lebih cenderung mengikuti pendapat bahwa awal bulan mestinya ditentukan dengan ru’yah. Bagi saya, teks Al-Qur’an “Faman syahida minkumusysyahhra falyasumhu” dan teks Hadits memiliki kedudukan yang superior dibandingkan dengan kaidah. Kemajuan teknologi tidak akan pernah menggeser kedudukan Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum.

Trus, kalo ru’yat ‘kan susah? Misalnya di Arab Saudi sudah terlihat, belum tentu di Indonesia terlihat? Jadinya awal bulan syawal bisa beda2 dong! begitu kira-kira komplain yang muncul.

Sebenarnya, ada hadits yang menyebutkan bahwa jika satu penduduk suatu negeri melihat bulan, hendaklah mereka semua berpuasa meski yang lain mungkin belum melihatnya.
Ada juga riwayat lain bahwa Rasulullah pernah membatalkan puasanya, karena mendengar kabar bahwa di suatu negeri bulan telah wujud.

Kesimpulan, saya akan mengikuti ru’yah yang berhasil melihat bulan terlebih dahulu. Misalnya di Indonesia belum terlihat, namun di negara lain sudah terlihat, ya ngikut aja.. Ibadah puasa mestinya tidak disekat2 garis semu batas negara. Mendingan kuwalat sama pak Mentri Agama daripada kuwalat sama Rasulullah..

Ada pendapat lain?

Ditulis dalam Catatan Kecil, Islam - My way of Life | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Driver Printer Canon Pixma 1880

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 2 September 2009

Minggu kemarin laptop “si unyil” KO. Beberapa chipset mati dan terpaksa si laptop mendekam di tukang servis. Untung jadinya cepet. Seminggu sdh kelar. Yg lumayan repot adalah after service. Maksudnya, sy musti nginstall ulang macem-macem.
Kebetulan driver2 mainboard cs saya simpan di hardisk, jdnya lumayan tidak terlalu bermasalah. Yg repot adalah printer sy satu-satunya, Canon Pixma 1880 yg CD drivernya entah ngilang ke mana.
Nyari2, nanya2 mbah Google, eh.. dapatnya link jalan tol (alias berbea). Untunglah setelah gigih pantang menyerah nyari sana-sini, akhirnya nemu juga link ini :
Bagi yg punya printer Pixma 1800 series, catet, ya?
http://www.canon.com.hk/En/Consumer/Product/ProductDetail.aspx?product_id=100027&series_id=10027&tag_id=11744.

Ditulis dalam Catatan Kecil, Info Konsumen | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Mengenali Barcode dan “Made In”

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 20 Agustus 2009

Merebaknya isu susu dicampur melamin banyak memepengaruhi penjualan produk-produk susu dari China dan Taiwan. Demikian juga pada saat kampanye anti produk Denmark, sebagai aksi protes atas pelecehan kartun Nabi Muhammad.
Beberapa importir, menyiasati dengan menghilangkan tulisan “Made In …”, atau menggantinya dengan “Made In Indonesia”, karena takut produknya nggak dibeli konsumen. Tetapi, jika kita tahu arti kode-kode barcode, maka kita bisa tahu produk tersebut berasal dari mana.
Berikut ini beberapa barcode dan asal negaranya.

00-13: USA & Canada
20-29: In-Store Functions
30-37: France
40-44: Germany
45: Japan (also 49)
46: Russian Federation
471: Taiwan
474: Estonia
475: Latvia
477: Lithuania
479: Sri Lanka
480: Philippines
482: Ukraine
484: Moldova
485: Armenia
486: Georgia
487: Kazakhstan
489: Hong Kong
49: Japan (JAN-13)
50: United Kingdom
520: Greece
528: Lebanon
529: Cyprus
531: Macedonia
535: Malta
539: Ireland
54: Belgium & Luxembourg
560: Portugal
569: Iceland
57: Denmark
590: Poland
594: Romania
599: Hungary
600 & 601: South Africa
609: Mauritius
611: Morocco
613: Algeria
619: Tunisia
622: Egypt
625: Jordan
626: Iran
64: Finland
690-692: China
70: Norway
729: Israel
73: Sweden
740: Guatemala
741: El Salvador
742: Honduras
743: Nicaragua
744: Costa Rica
746: Dominican Republic
750: Mexico
759: Venezuela
76: Switzerland
770: Colombia
773: Uruguay
775: Peru
777: Bolivia
779: Argentina
780: Chile
784: Paraguay
785: Peru
786: Ecuador
789: Brazil
80 – 83: Italy
84: Spain
850: Cuba
858: Slovakia
859: Czech Republic
860: Yugoslavia
869: Turkey
87: Netherlands
880: South Korea
885: Thailand
888: Singapore
890: India
893: Vietnam
899: Indonesia
90 & 91: Austria
93: Australia
94: New Zealand
955: Malaysia
977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)
978: International Standard Book Numbering (ISBN)
979: International Standard Music Number (ISMN)
980: Refund receipts
981 & 982: Common Currency Coupons
99: Coupons

Ditulis dalam Info Konsumen | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Menyambut Bulan Ramadhan 1430 H

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 15 Agustus 2009

Seruan Hizbut Tahrir Indonesia “Menyambut Bulan Ramadhan 1430 H”

Nomer: 169/PU/E/08/09

Jakarta, 15 Agustus 2009
SERUAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“MENYAMBUT BULAN RAMADHAN 1430 H”

Marhaban ya Ramadhan. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah jadikan puasa sebagai fardhu dan shalat malam sebagai tathawwu’. Bulan yang siapa saja mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan kebajikan, samalah ia mengerjakan fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa melakukan fardhu, samalah ia dengan mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain. Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberikan pertolongan, dan bulan dimana Allah akan menambah rizki mukmin. Bulan yang barang siapa memberi makanan berbuka, maka baginya ada ampunan dari Allah bagi dosa-dosanya dan kebebasan dirinya dari neraka. Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari siksa api neraka. Bulan yang barang siapa meringankan beban pembantunya, niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dari neraka.

Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan. Bulan Ramadhan adalah bulan murâqabah. Ramadhan juga adalah bulan pengorbanan di jalan Allah. Di dalamnya setiap muslim dituntut untuk berkorban dengan menahan rasa lapar dan dahaga demi meraih derajat takwa. Takwa adalah puncak hikmah dari ibadah shaum pada bulan Ramadhan. Perwujudan takwa secara individu adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun perwujudan takwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Maka, puasa Ramadhan itu kurang bermakna, jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah dalam kehidupan, karena justru di situlah sesungguhnya wujud ketakwaan yang hakiki.

Selama Ramadhan, Allah SWT menuntun kita untuk memperbanyak 4 hal. Dua hal pertama yang membuat Allah ridha, yakni mengucapkan syahadat dan istighfar. Dua perkara lain yang sangat disenangi manusia, yakni memohon surga dan berlindung dari siksa neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberi minum kepadanya dari air danau dengan suatu minuman yang membuat orang itu tidak akan kehausan lagi hingga ia masuk ke surga.

Marhaban ya Ramadhan! Selamat Datang, Ramadhan 1430 H.

Berkenaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, maka Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan:

1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya: Pertama, secara ruhiyah (spiritual) dengan memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban ini. Para ulama di masa lalu sangat memperhatikan pelaksanaan semua amal kebaikan pada bulan Sya’ban. Sejak memasuki bulan Sya’ban, misalnya, mereka telah memperbanyak membaca al-Quran, menelaah dan memahami isinya dan men-tadabbur-i kandungannya. Bahkan Habib ibn Abi Tsabit, Salamah bin Kahil dan yang lain menyebut bulan Sya’ban ini sebagai Syahr al-Qurân. Kedua, secara fikriyah (intelektual) dengan mengkaji kembali seluruh tuntunan berkenaan dengan puasa Ramadhan, serta menggembirakan hati menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini agar dapat melaksanakan puasa Ramadhan dengan khusyu’ dan penuh penghayatan sehingga seluruh hikmah puasa dapat ditangkap dengan baik. Rasulullah dan para shahabat sangat bersemangat tiap kali menyambut datangnya bulan Ramadhan. Mereka dengan sangat serius mempersiapkan diri agar bisa memasuki bulan Ramadhan dan melakukan segala amalan di dalamnya dengan penuh keimanan, keikhlasan dan kesungguhan. Keberhasilan kita dalam menjalani shaum Ramadhan hingga akhirnya dapat meraih seluruh kebaikan bulan ini sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kita mempersiapkan diri. Ketiga, secara jasadiyah (fisik), dengan memperbanyak riyadhah, yaitu latihan, seperti puasa sunnah di bulan Sya’ban.

2. Kepada pemerintah untuk sungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya agar tetap kondusif sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Tempat-tempat maskiat mestinya ditutup, bukan hanya selama Ramadhan, bahkan mestinya juga di luar bulan Ramadhan. Sebagai gantinya dihadirkan tempat-tempat hiburan yang sehat, yakni halal dimana di dalamnya tidak terdapat perkara yang dilarang oleh Islam (pornografi dan pornoaksi, miras, narkoba, zina, pergaulan bebas dan sebagainya).

3. Kekeruhan suasana politik pasca Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serta akibat ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu, harus segera dihentikan dan diakhiri agar tidak mengganggu ketenangan, kekhusyu’an dan kosentrasi ibadah umat Islam di bulan suci. Bahkan sebaliknya, suasana Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) harus mampu memberikan suntikan semangat dan keteguhan untuk berpegang teguh kepada Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan khilafah di muka bumi.

Terakhir, marilah kita simak dan renungkan kembali penggal pesan-pesan Rasulullah yang disampaikan di penghujung bulan Sya’ban, sesaat sebelum memasuki bulan Ramadhan:

Wahai manusia, kalian telah dinaungi bulan yang agung, bulan penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah telah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai suatu kewajiban dan shalat malamnya sebagai sunnah. Siapa saja yang ber-taqarrub di dalamnya dengan sebuah kebajikan, ia seperti melaksanakan kewajiban pada bulan yang lain. Siapa saja yang melaksanakan satu kewajiban di dalamnya, ia seperti melaksanakan 70 kewajiban pada bulan lainnya.

Bulan Ramadhan adalah bulan sabar; sabar pahalanya adalah surga. Ia juga bulan pelipur lara dan ditambahnya rezeki seorang mukmin. Siapa saja yang memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, ia akan diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan lehernya dari api neraka. Ia akan mendapatkan pahala orang itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Para Sahabat berkata, “Kami tidak memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa puasa?” Rasulullah saw. menjawab:

Allah akan memberikan pahala kepada orang yang memberi makan untuk orang yang berbuka berpuasa meski dia hanya memberi sebutir kurma, seteguk air minum atau setelapak susu.

Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmah, pertengahannya adalah maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Siapa saja yang meringankan hamba sahayanya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah pada dalam Ramadhan empat perkara, dua perkara yang Tuhan ridhai dan dua perkara yang kalian butuhkan. Dua perkara yang Tuhan ridhai adalah kesaksian Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh dan permohonan ampunan kalian kepada-Nya. Adapun dua perkara yang kalian butuhkan adalah: kalian meminta kepada Allah surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. (HR Ibn Khuzaimah dalam Shahih Ibn Khuzaimah dan al-Baihaqi di dalam Syu’âb al-Imân).

Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/15/seruan-hizbut-tahrir-indonesia-%E2%80%9Cmenyambut-bulan-ramadhan-1430-h%E2%80%9D/

Ditulis dalam Islam - My way of Life | Bertanda: | Comments Off

Belajar Bahasa Jepang : Ucapan Selamat

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 15 Agustus 2009

お誕生日おめでとうございます
Otanjoubi omedetou gozaimas
Selamat ulang tahun

結婚おめでとうございます
Kekkon omedetou gozaimas
Selamat menikah

明けましておめでとうございます
Akemashite omedetou gozaimas
Selamat tahun baru

お早うございます
Ohayou gozaimas
Selamat pagi

こんにちは
Konnichiwa
Selamat siang

こんばんは
Konbanwa
Selamat sore/ malam

お休みなさい
Oyasuminasai
Selamat malam (arti harfiahnya : selamat beristirahat)

さようなら
Sayounara
Selamat tinggal

Ditulis dalam japanese | Bertanda: , | 3 Komentar »

Apa Motivasi Nurdin M Top menebar teror di Indonesia?

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 15 Agustus 2009

Dengan terungkapnya jaringan teroris Nordin M Top sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas musibah terorisme di Jakarta 17 Juli 2009 silam, banyak spekulasi dan wacana berkembang. Yang pingin saya sorot adalah motif pengeboman itu sendiri, yang saya coba analisa dari kacamata rakyat awam.

Nurdin M Top adalah WN Malaysia, namun menebar teror di Indonesia. Apa motifnya?

a. Membalas kekejaman Amerika Serikat yang menebar perang di negara2 Islam.
Motif ini tidak kuat dan mencurigakan. Jika pingin membalas Amerika, mengapa yang dibom Indonesia? Mengapa selama ini tidak ada warga AS yang menjadi korban? Mengapa tidak mengebom di Filipina yang “notabene” sama-sama Nasrani seperti Amerika (apalagi ada pangkalan militer AS di sana)? Mengapa tidak mengebom di Amerika langsung? Aneh, kan?
b. Pingin berjihad.
Motif ini juga aneh dan mencurigakan. Kalo pingin jihad, kenapa nggak pergi aja ke Palestina, ngebom Israel, atau balik ke Afghanistan lagi perang sama Amerika dan Inggris di sana? Jihad, tapi ngebom di Jakarta.. aneh..
Apalagi, di Islam yang saya ketahui, membunuh orang lain (bahkan yg kafir sekalipun) adalah dosa besar, selama tidak dalam kondisi perang atau menjalankan hukuman pengadilan. Ditambah lagi haramnya bunuh diri (bagi pelaku bom bunuh diri). Kalopun misalnya Nurdin cs menganggap Amerika adalah kafir harbi (yang memerangi Islam), apakah berarti seluruh rakyat Amerika oleh dibunuh, atau hanya pimpinan dan tentara2nya? Setahu saya, Rasulullah melarang memerangi mereka yang tidak terlibat dalam peperangan (melawan Islam).
c. Pingin mendirikan Negara Islam Indonesia.
Lha.. mendirikan negara dengan cara ngebom.. Logikanya di mana? Emangnya mau ngabisin semua rakyat Indonesia dulu? Aneh bin ajaib.. Lagipula, Nurdin itu kan WN Malaysia. Kenapa nggak mendirikan di Malaysia aja?
d. Malaysia punya ISA (Internal Security Act).
Kalo alasan ini benar, psikopat banget dah si Nurdin. Pinginnya cuman mau ngebom. Di Malaysia nggak bisa, ya di Indonesia. Edan.
e. Pingin mengusir semua orang asing dari Indonesia.
Nah.. kayaknya ini yang paling mungkin jadi motifnya Nurdin M Top. Mengusir semua orang asing dari Indonesia.
Dengan membuat citra Indonesia negara yang tidak aman, orang-orang asing akan takut datang ke Indonesia. Termasuk para pemodal asing, para pebisnis, turis, dll. Kalo bisa sih, (maksudnya Nurdin) penanaman modal dialihkan ke negara lain.
Anda punya pendapat lain?

Ditulis dalam Catatan Kecil, Tragedi | Bertanda: , | 3 Komentar »

Belajar Bahasa Jepang, Yuk.. (1)

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 12 Agustus 2009

Bahasa Jepang itu mudah. Nggak serumit tenses-nya Bahasa Inggris. Nggak sesulit Bahasa Jerman dan Prancis dalam membedakan gender. Huruf Kanjinya nggak sebanyak Bahasa Mandarin.

Cara membaca yang hampir apa adanya, mudah bagi pemula. Cuma beberapa yang dibaca beda, yaitu は (ha) yang dibaca wa, huruf u di belakang yang seringkali tidak dibaca, seperti です (desu) yang dibaca des.

Pola dasar

..A.. は ..B.. です = ..A.. ha ..B.. desu.

Cara bacanya : ..A.. wa ..B.. des.

Artinya A adalah B.

Contoh :

Watashi wa Sensei des = Saya adalah guru.

Kore wa hon des = Ini adalah buku.

Sore wa terebi des = Itu adalah televisi.

Are wa tsukue des = Itu adalah meja.

Kare wa Indonesia jin des = Dia (lk) adalah orang Indonesia.

Kanojo wa Nihon jin des = Dia (pr) adalah orang Jepang.

Kosakata :

Watashi = saya

Kore = Ini

Sore = Itu (dekat dengan lawan bicara)

Are = Itu (jauh dari kedua pihak)

Sensei = guru

Hon = buku

Terebi = Televisi

Tsukue = Meja

Kare = Dia (lk)

Kanojo = Dia (pr)

Indonesia jin = orang Indonesia

Nihon jin = orang Jepang

InsyaAllah bersambung..

Ditulis dalam japanese | Bertanda: , | Leave a Comment »

Belajar Gratis Bahasa Arab

Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad di/pada 4 Agustus 2009

Sekali lagi, saya hadirkan yang gratis-gratis.

Belajar bahasa Arab dan belajar agama Islam, bagaikan 2 sisi keping mata uang. Pas nggak, ya, perumpamaan ini? Tapi yg jelas, kalau mau belajar agama Islam dengan lebih afdhol, belajarlah bahasa Arab. Dengan belajar bahasa Arab, Anda bisa : memahami Al-Qur’an dan Hadits dengan lebih baik, memahami keindahan tata bahasa n kosa kata Al-Qur’an, mampu memahami kitab-kitab ulama Islam, de el el. Mantep to, Enak to. Hayo, mau nggak?

Sayangnya, bagi kebanyakan umat Islam di Indonesia, bahasa Arab terbilang bahasa yang cukup sulit dipelajari (terutamaq secara parttime), kecuali yg emang niat nyantri di pesantren.

Nah, ini saya bawakan link-link BERBAHASA INDONESIA, yang mengajari kita bahasa Arab, pada level pemula. Silakan menikmati.

http://www.wahib-dr.com/Arabic-Learning/

http://luluvikar.wordpress.com/2005/10/27/dasar-dasar-ilmu-nahwu/

http://badar.muslim.or.id/

Ditulis dalam Bahasa Arab, Islam - My way of Life | Bertanda: , , , | Leave a Comment »